SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Proyek Engineering, Procurement and Constructions (EPC) 1 Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Timur, hampir berakhir. Banyak tenaga kerja mulai dikurangi karena aktifitas proyek mulai berkurang.
Kondisi itu menjadi perhatian serius pemerintah desa (Pemdes) sekitar lokasi proyek karena berdampak pada pengurangan tenaga kerja lokal.Â
“Otomatis banyak yang diberhentikan dan menjadi pengangguran,” kata Kepala Desa Mojodelik Yuntik, kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (26/7/2014)
Dia mengungkapkan, sesuai informasi yang dia dapat banyak tenaga kerja dari luar yang direkrut di EPC 1 Banyuurip. Sementara, jumlah pengangguran di Desa Mojodelik semakin meningkat.Â
Yuntik berharap, pengurangan tenaga kerja di proyek EPC 1 bukan dari Desa Mojodelik, tetapi dari luar Bojonegoro. Agar memberikan kesempatan bagi pemuda di sekitar proyek mendapatkan pekerjaan dan pengalaman kerja.
“Atau jika diberi kesempatan, ada program CSR berupa pelatihan kerja baik migas atau non migas untuk bekal pemuda selanjutnya,” pesan dia.
Dikonfirmasi terpisah, Community Affair and Manager PT Tripatra, Budi Karyawan, membenarkan adanya pengurangan tenaga kerja lokal. Hal itu dikarenakan kebutuhan tenaga kerja disesuaikan dengan skill atau keterampilan yang dibutuhkan saat ini.
“Sekarang kami lebih banyak membutuhkan tenaga ahli, tidak seperti sebelumnya,” ujar Budi.
Budi juga menambahkan, pengurangan tenaga kerja dari lokal disebabkan keterampilan yang ada tidak sesuai dengan yang dibutuhkan saat ini. Karena dalam pengerjaan proyek EPC 1 Banyuurip benar-benar membutuhkan keahlian khusus.
“Kami tetap mengutamakan konten lokal. Untuk program CSR terus diberikan demi kesejahteraan warga sekitar,” pungkasnya.(rien)