SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Pertigaan Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur dinilai menjadi salah satu titik yang kerap menimbulkan kemacetan di Jalur Bojonegoro – Ngawi. Penyebabnya di tempat itu terdapat pasar tumpah dengan aktifitas pedagang yang sampai ke jalan.
Salah satu warga Desa Purwosari, Aziz mengatakan hingga H + 7 lebaran Idul Fitri potensi kemacetan di pertigaan tersebut relatif tinggi. Padatnya kendaraan arus mudik dan aktitas pengiriman minyak di Tiung Biru (TBR) ditengarai menjadi salah satu faktornya.
Bahkan dia sempat menyayangkan beberapa hari sebelum perayaan Idul Fitri pengaturan lalu lintas tidak dilakukan secara maksimal.
“Terutama pagi sampai jam 12.00 WIB,” ujarnya.
Seharusnya menurut dia, sebagai lalu lintas pengiriman tanki minyak dari Pertamina Asset 4 diberikan flagman untuk membantu mengatur arus lalu lintas.
“Soalnya seingat saya, tahun lalu ada,” tambahnya.
Dia mengungkapkan, pihaknya tidak mempersoalkan adanya aktivitas di lokasi pengeboran TBR, hanya saja untuk saat ini idealnya bisa dilakukan pada malam hari. Aziz berharap agar pertigaan Purwosari untuk kedepannya menjadi perhatian para pemangku kebijakan.
“Hari-hari biasanya sering macet apalagi sekarang,” pungkas Azz.
Sementara itu pantauan dilapangan, kemacetan panjang sesekali sempat terjadi. Beberapa kendaraan tampak antri melintas. Selain itu, di sejumlah pasar tumpah di sepanjang jalan nasional Bojonegoro – Padangan dan Bojonegoro – Surabaya juga terjadi kemacetan.
Di Jalan Bojonegoro – Padangan yakni Pasar Kalitidu dan Pumpungan. Sedangkan di Jalan Bojonegoro – Surabaya yaitu Pasar Kapas, Sumberejo dan Baurno. Kemacetan itu terjadi karena pada hari ini merupakan puncak arus mudik.(roz)