SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Di musim kemarau ini tak semua lahan pertanian sekitar ladang Migas Banyuurip, Blok Cepu di wilayah Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa Timur ditanami oleh pemiliknya. Sebagian diantaranya di Dea Begadon, Kecamatan Gayam dibiarkan bero (kosong), setelah panen padi musim tanam kedua, warga menyebut walikan.
“Yang dikosongkan itu sehabis panen padi walikan, Pak. Sedangkan yang ditanami jagung itu panen padinya duluhan. Jadi masih ada waktu untuk ditanami lagi,” ungkap Hardi salah satu petani warga Begadon kepada suarabanyuurip.com, Selasa (05/08/2014).
Dia jeladkan, tidak ditanaminya jagung atau kedelai lantaran sulit untuk mendapatkan air. Sehingga, dibiarkan kosong untuk sebagian lahan pertanian tersebut. Air irigasi acapkali menimpa wilayah ini ketika memasuki musim kemarau.
“Ya maklum karena kemarau sulit untuk memenuhi kebutuhan air. Andaikan dipaksakan ditanami hasilya juga tidak maksimal. Jadi memilih dikosongkan saja daripada buang-buang modal,” jelasnya.
“Sama, Pak. Sebagian lahan pertanian di wilayah Brabowan juga dikosongkan sehabis panen padi kedua. Masalahnya, juga air sulit untuk mencukupinya,” sambung Warlan petani asal Desa Brabowan, Kecamatan Gayam, Bojonegoro. (sam)