SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Warga sekitar lokasi proyek unitisasi Ladang Gas Jambaran – Tiung Biru (J-TB) meminta kepada tim pengadaan tanah maupun operator Unitisasi Gas Lapangan J-TB, Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) untuk segera melakukan pengukuran lahan yang akan dibebaskan.
Alasannya, selain karena sudah molor dari target dua minggu setelah sosialisasi terakhir, warga juga membutuhkan kepastian utamanya harga.
“Saya berharap, pengukuran lahan segera dilakukan, Mas,” kata Juari, salah satu pemilik lahan di Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa-Timur kepada suarabanyuurip.com, Rabu (06/08/2014).
Dijelaskan, selama ini warga selalu menunggu adanya kejelasan harga tanah yang nanti akan ditentukannya.
“Warga masih bingung dengan kejelasan harga per meternya berapa. Sehingga, warga yang lahannya akan dibebaskan mematok harga Rp500.000 per meternya,” terang pria yang juga tokoh masyarakat Desa Kalisumber tersebut.Â
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Operator proyek unitisasi ladang gas J-TB, PEPC belum dilakukannya pengukuran pengadaan lahan yang akan dibebaskan menunggu selesai dilaksanakan meeting terlebih dulu. Sedangkan, meeting tersebut rencananya akan dilakukan dalam minggu ini.Â
Sekedar diketahui, lokasi gas Jambaran tersebut berada di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem. Sedangkan, untuk Tiung Biru berada di wilayah Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro, Jawa-Timur. (sam)