SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Pemilik lahan berharap dalam pembebasan lahan untuk keperluan pengembangan proyek Lapangan Unitisasi Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, jangan sampai merugikan pemilik lahan.
“Kalau di desa ladang pertanian merupakan sumber perekonomian,” kata Pardan, salah pemilik lahan dari Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, kepada suarabanyuurip.com, Kamis (7/8/2014).
Namun begitu dia, mengaku belum bisa menyebut harga yang dia minta. Lahan milik Pardan seluas 1600 M3 berada di selatan perbatasan Desa Pelem, Kecamatan Purwosari dengan Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo.
“Berapa harganya saya ikut yang lain saja, tapi kalau bisa jangan terlalu murah,” imbuhnya.
Dia mengatakan saat ini masih menggarap lahan miliknya sambil menunggu kepastian dilakukannya pengukuran oleh tim pembebasan lahan. Bapak enam anak ini mengaku masih bingung dengan mekanisme rencana pembebasan yang akan dilakukan.
“Tidak tahu kapan, katanya setelah sosialisasi,” tuturnya.(roz)