SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Mes karyawan milik PT. Etika Dharma Bangun Sarana (EDBS), mitra PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS), Badan Usaha Milik Daerah Bojonegoro (BUMD), di Desa Talok, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa-Timur, ludes terbakar, Sabtu (09/08/2014) sekira pukul 16.00 WIB. Kebakaran diduga akibat korsleting listrik dari beberapa barang elektronik yang menyala di dalam mes tersebut.
Informasi yang dihimpun suarabanyuurip.com, saat kebakaran terjadi tak ada petugas scurity maupun karyawan EDBS yang mengetahui. Kebakaran baru diketahui setelah kepulan asap dan api membumbung tinggi.
Warga yang mengetahui kemudian melaporkannya ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPMD) Bojonegoro. Tak lama kemudian, dua unit mobil pemadam kebakaran datang ke lokasi dan berupaya memadamkan api.
Sekira satu jam api baru bisa dipadamkan. Namun kondisi mes yang terletak persis di sebelah barat Kantor Mobil Cepu Limited (MCL), operator migas Blok Cepu, di Jalan Raya Bojonegoro – Padangan itu sudah ludes terbakar. Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Kapolsek Kalitidu AKP. Widjianto, mengungkapkan, sesuai hasil olah TKP yang dilakukan dugaan sementara kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik karena kipas angin masih dalam kondisi menyala semua.
“Hanya  alat menanak nasi elektronik, kipas angin, alat tumbuk tanah dan bangun mes yang ludes terbakar,” kata Widjianto kepada suarabanyuurip.com saat ditemui di tempat kejadian perkara (TKP).
“Waktu kebakaran terjadi kondisi mes sedang kosong. Mungkin, orangnya masih pada kerja belum pulang. Alhamdulillah dua unit mobil PMK cepat datang sehingga api bisa segera dipadamkan dan tak sampai menyambar bangunan lainnya,” lanjut dia.
Dikonfirmasi terpisah, Direktur Utama PT. BBS, Deddy Afidick, belum memberikan tanggapannya ketika ditanya tentang kebenaran mes yang terbakar tersebut. Sebab ada dugaan mes tersebut milik PT PT. Etika Dharma Bangun Sarana (EDBS), mitra yang digandeng BBS selama ini.
Namun, sesuai keterangan yang diperoleh dari Kepala Desa Talok, Supardi, mes tersebut milik PT EDBS. Setiap harinya bangunan mes seluas 3 meter kali 15 meter itu ditempati karyawan EDBS.
“Iya, itu mesnya Etika,” tegas Supardi ketika di temui di rumahnya seusai kebakaran petang tadi.(sam)