SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan-Isrofiyah dan Mohammad Solahuddin sukses meraih medali emas pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Korpri tingkat Jatim. Guru di Kabupaten Lamongan itu menjadi yang terbaik di cabang Musabaqah Syarkhil Qur’an (MSQ) dan Khotmil Qur’an (Kaligrafi).
Atas prestasinya tersebut, keduanya akan menjadi bagian dari Kafilah MTQ Korpi Jatim pada event MTQ Korpri tingkat nasional yang akan berlangsung pada 18-25 Aceh di Nanggroe Aceh Darussalam.
“Saya sampaikan selamat kepada Bu Isrofiyah dan Mohammad Solahuddin atas prestasinya. Semoga prestasi serupa juga bisa diraih di tingkat nasional di Aceh nanti,†kata Bupati Lamongan, Fadeli saat beraudiensi dengan Isrofiyah dan Mohammad Solahuddin di ruang kerjanya Bupati Lamongan, Selasa (12/8/2014).
“Tunjukkan bahwa Lamongan tidak kalah dengan daerah lain dan tetap jaga nama baik Lamongan. Saya juga berharap agar bisa memanfaatkan masa karantina di Surabaya untuk memperdalam pengetahuan,†pesannya.
Menurut Isrofiyah, berbeda dengan MTQ tingkat pelajar yang materinya sudah disiapkan sejak lama oleh peserta, di MTQ Korpri ini materinya ditentukan oleh dewan juri dan diundi sesaat sebelum lomba.
“Menurut panitia, itu karena semua peserta adalah senior di bidang tilawatil Qur’an,†ujar Isrofiyah yang saat ini tercatat sebagai Guru Pendidikan Agama Islam di SMKN 2 Lamongan tersebut.
Dengan alasan yang sama, untuk cabang lomba MSQ ini hanya boleh dilakukan oleh satu orang. Normalnya, menurut Isrofiyah, cabang lomba ini dilakukan oleh tiga orang peserta sekaligus karena MSQ adalah cabang lomba yang mengungkapkan isi kandungan Al-Qur’an dengan cara menampilkan bacaannya, kemudian disampaikan dalam bentuk pidato dengan uraian terjemahan dalam satu kesatuan.
“Normalnya, MSQ ini diisi tiga peserta dengan pembagian tugas sendiri-sendiri untuk bacaannya, pidato dan terjemahannya, “ kata dia.
Hal serupa berlaku di cabang Khotmil Qur’an (Kaligrafi). Normalnya peserta sudah siap dengan materi sejak awal. Namun di MTQ Korpri ini, materinya juga ditentukan dan diundi oleh juri sesaat sebelum lomba.
Menurut Mohammad Solahuddin, setiap peserta diberi waktu 8 jam untuk membuat lukisan kaligrafi ayat Al Qur’an di media kanvas. Guru Bahasa Inggris di MTsN Babat ini menyebutkan hal tersebut menambah bobot kesulitan dalam lomba.(tok)