Sampah Medis RSUD Bojonegoro Dibuang Sembarangan

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sosodoro Djatikusumo Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tampaknya, tak menerapkan standar medis dalam mengelola sampah. Hal itu terlihat dari dicampurnya smpah medis dengan sampah lainnya.

Seperti pantauan suarabanyuurip.com di ruang pasien Kelas I Ruang Flamboyan, banyak sampah medis seperti selang infus, kantong infus, jarum suntik, atau bekas transfusi darah, setiap harinya dibuang di tempat sampah umum di depan kamar pasien.Padahal seharusnya sampah medis itu dipisahkan sendiri karena berbeda dengan jenis sampah lainnya.

Salah satu keluarga pasien, Aprilia Dwi Puspita, warga Desa Dander, Kecamatan Dander, mengaku, setiap pagi melihat sampah tersebut di tong sampah depan ruangan kerabatnya yang sedang dirawat. Menurut dia, seharusnya sampah medis itu dipisahkan dengan sampah lainnya karena bisa berbahaya bagi kesehatan orang-orang yang berinteraksi di rumah sakit.

“Seharusnya tidak di situ buangnya,” kata mahasiswi jurusan S1 Keperawatan Universitas Brawijaya ini.

Dia juga mengaku kecewa dengan penanganan di RSUD Sosodoro Djatikusumo yang terkesan tidak serius melayani pasien. Salah satu contohnya saat memasang selang pada bagian vital pasien yang dilakukan berulang kali.

Baca Juga :   Penyegaran Organisasi, Bupati Wahono Lantik dan Rotasi Pejabat Pemkab Bojonegoro

“Harusnya satu atau dua kali langsung terpasang, tapi ini tidak. Kami sampai menahan tangis karena kasihan pasien kesakitan,” ujar dia mengungkapkan.

Sementara itu, Direktur Utama RSUD Sosodoro Djatikusumo, Sunhadi, belum berhasil dimintai keterangan mengenai hal ini. suarabanyurip.com sedang upaya untuk mendapatkan konfirmasinya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *