RSUD Belum Hitung Dampak Pemboran Sukowati

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Direktur Utama RSUD Sosodoro Djatikoesoemo, Sunhadi, menyatakan, belum ada koordinasi dengan operator Migas Sukowati, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ), terkait bakal beroperasinya RSUD Bojonegoro Tipe B yang berlokasi di dekat pemboran minyak Pad B Sukowati.

Rehabilitasi RSUD di Jalan Veteran tersebut dijadwalkan rampung pada tahun 2015 mendatang. Setelah itu seluruh peralatan medik dari RSUD Sosodoro Djatikoesoemo yang berada di Jalan Wahidin akan dipindah ke rumah sakit yang berlokasi dekat pemboran minyak tersebut.

“Yang jelas kami akan tetap menggunakan bangunan di Jalan Veteran tersebut, meskipun ada kegiatan pengeboran,” kata Sunhadi, kepada Suarabanyuurip.com, Jumat (15/8/2014).

Sunhadi menyatakan, kurang memahami berapa jarak antara pengeboran Pad B di desa Ngampel, Kecamatan Kapas tersebut dengan RSUD Tipe B di Jalan Veteran. Bahkan, SOP belum dikoordinasikan dengan operator jika terjadi sesuatu di lokasi pengeboran.

“Saya belum pernah bertemu, dan berkoordinasi dengan operator disana, tapi yang jelas akan aman jika kondisinya masih seperti sekarang,” imbuhnya.

Baca Juga :   Pemdes Bonorejo Tak Setuju Akses Road Diaspal

Menurutnya sejauh mana dampak yang ditrimbulkan oleh pemboran terhadap beroperasinya RSUD tersebut, masih belum ada pembicaraan secara detail.

Field Administration Superintendant JOB P-PEJ, Basith Syarwani, masih berusaha dikonfirmasi mengenai hal itu. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *