Sekolah Pelayaran di Tuban Bentrok

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Puluhan siswa dari Sekolah Menengah Umum Pelayaran Muhammadiyah (SUPM), Jalan Hos Cokroaminoto menyerang pelajar Sekolah Menengah Kejuruan Pelayaran (SMKP) Kristen, yang ada di Jalan Letda Sutjipto, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/8/2014). Belum diketahui penyebab bentrok antar pelajar itu karena saat ini polisi masih melakukan penyelidikan.

Penyerangan oleh siswa SUPM itu dilakukan sekira 50 pelajar. Sebelum melakukan penyerangan mereka melepas baju seragamnya.

Beberapa saksi saat ditemui di lokasi mengatakan, pelajar SUPM datang ke SMKP dengan menumpang satu kendaraan trailer dan berhenti sekitar 1 kilometer dari lokasi bentrokan.

Usai turun dari trailer, mereka kemudian melewati satu gang dan masuk ke area persawahan. Mereka lantas mendekati area sekolah kejuruan pelayaran lain.

“Kemudian dari persawahan tersebut mereka tiba-tiba muncul dan langsung memenuhi jalan raya, kemudian melempari batu ke arah dalam sekolah pelayaran kristen,” kata Aly (28), salah satu saksi mata yang kebetulan melintas di Jalan Letda Sutjipto, Tuban.

Baca Juga :   Diskresi Imigrasi, Pelaut Tak Perlu Rekom Dinperinaker untuk Permohonan Paspor

Usai melakukan pelemparan, mereka kemudian dengan cepat masuk ke area persawahan. Beberapa siswa SMK Pelayaran Kristen yang ada di dalam sekolah, kemudian ikut terpancing dan langsung ke luar sekolah untuk melakukan perlawanan.

Beruntung warga yang ada di sekitar lokasi kejadian langsung melapor ke Pos Jaga Polisi Patung Letda Sutjipto.

“Petugas kepolisian langsung datang sehingga tidak sampai ada perkelahian,” ujar Ali, menambahkan.

Petugas kepolisian juga langsung memerintahkan semua siswa Sekolah Pelayaran Kristen untuk masuk ke area sekolah dan melakukan kordinasi dengan guru setempat. Kemudian beberapa petugas lain langsung melakukan pengejaran puluhan siswa pelaku penyerangan.

Hasilnya, satu siswa SPUM berhasil ditangkap di sebelah barat Masjid Al Falah, Tuban. Sementara puluhan siswa lain yang sudah tidak mengenakan seragam sekolah berhasil melarikan diri.

Sampai saat ini, polisi masih melakukan pengejaran dan pemeriksaan guna mengetahui motif adanya penyerangan ini. Diketahui, kedua sekolah ini dikenal kerap terlibat tawuran.(edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   Kader PMII Harus Pahami ke-NUan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *