Bahas APBD-P, Anggota DPRD Perang Argumen

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Pembahasan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD-P) Bojonegoro, Jawa Timur, berjalan alot, Senin (18/8/2014). Masing-masing anggota dan pimpinan DPRD Bojonegoro saling perang argumen sebelum melakukan pembahasan dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Ketegangan itu disebabkan pimpinan dewan merasa tidak pernah mendapatkan laporan Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) dari sekretariat dewan (Setwan). Sehingga dari RKA itu tak bisa diketahui secara pasti sasaran dan manfaat dari anggaran yang akan digelontorkan.

“Sekarang ini era keterbukaan, tidak ada yang ditutup-tutupi,” tegas Syukur ditengah forum.

Sementara itu, anggota  Komisi D, Ali Huda, menyatakan, pimpinan dewan tidak pernah merealisasikan semangat keterbukaan itu sendiri. Bahkan, ada kejanggalan dalam kegiatan selama 8 bulan, karena banyak pos anggaran yang disiapkan tapi belum diserap. 

“Tapi ketika ditanya, uangnya tidak ada. Lalu larinya kemana?” timpal Ali Huda.

Ali juga menyalahkan para pimpinan dewan yang menahan Agus Misnanto, selaku Sekretaris Dewan dan sekarang menjadi tersangka bimbingan teknis (Bimtek) dan Sosialisasi saat ada usulan penggantian posisi. Padahal, kinerja Agus Misnanto dianggap salah dan mengajak semua di DPRD menjadi pencuri.

“Pimpinan dewan itu hanya ngomong saja, katanya ada pembaruan, pembaruan apa? Tambah hancur iya,” tandas Ali Huda.

Politisi PBR asal Kecamatan Sugihwaras itu mencontohkan, sikap Ketua Plt DPRD Bojonegoro, Sigit Kusharianto, yang tidak pernah membicarakan sesuatu dengan anggotanya. Bahkan, masalah penjualan asset Pemerintah Kabupaten (Pemkab) tinggal tanda tangan ketua langsung terlaksana.

“Anggotanya tinggal bengong tidak tahu apa-apa,” pungkas Ali Huda.

Sementara itu, Anggota Komisi B, Ali Mahmudi, menyampaikan, agar pimpinan dan setwan menyebutkan secara jelas tambahan-tambahan anggaran yang dipergunakan. Sehingga seandainya ada kurang atau lebihnya dapat dikoreksi bersama-sama.

“Sebaiknya masalah ini dibicarakan internal dan segera diselesaikan,” saran dia.(rien)

Baca Juga :   2.830 Calon PPS Pilkada Bojonegoro Lolos Tes CAT

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *