SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Warga sekitar proyek minyak Lapangan Banyuurip, Blok Cepu diharapkan lebih maksimal memanfaatkan biogas untuk memenuhi pasokan energi rumah tangga. Namun begitu, sejauh ini warga dinilai belum banyak yang tahu tentang manfaat biogas.
“Mungkin banyak yang belum tahu,” kata salah satu warga Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Sukoco kepada suarabanyuurip.com, Senin (18/8/2014).
Menurut dia, selain ramah lingkungan, biogas cukup ekonomis karena bahan bakunya terbuat dari dari kotoran hewan ternak khususnya kerbau atau sapi yang telah diolah sedemikian rupa.
“Apalagi banyak warga sini yang memiliki ternak,” ujarnya.
Sukoco merupakan salah satu warga yang mengikuti pelatihan biogas yang dilaksanakan Mobil Cepu Ltd (MCL) dengan Yayasan Trukajaya, mitra pendamping MCL. Dia menyatakan biogas cukup bermanfaat bagi warga.
Tukiman, warga lain mengatakan, dengan memanfaatkan biogas warga bisa mengirit pengeluaran untuk membeli gas tabung elpiji.
“Kalau sudah tahu, akhirnya penasaran,” imbuh pria yang sudah menggunakan biogas belakangan ini.
Sementara itu, Eli Suprayitno, Instruktur Yayasan Trukajaya, mengatakan respons masyarakat terhadap biogas sejauh ini bervariatif.
“Ada yang antusias dan cuek, tapi kalau sudah tahu gasnya menyala, mereka senang dan tertarik,” tuturnya.
Pihaknya menargetkan akan memasang sekitar 40 reaktor biogas dibeberapa desa sekitar proyek Banyuurip, Blok Cepu.
“Sekarang sudah selesai 9 unit reaktor yang kami bangun dan 3 sudah menyala,” imbuh Eli. (roz)