SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan, Jawa Timur melakukan antisipasi terhadap bencana kekeringan yang bakal terjadi di wilayah setempat.
Kepala Pelaksana BPBDÂ Lamongan, Suprapto, kepada SuaraBanyuurip.com mengatakan, pihaknya selalu melakukan pemantauan terhadap bencana kekeringan yang akan terjadi saat musim kemarau.
“Selain meminta laporan dari Camat, kami juga terjun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi di lapangan. Khususnya desa-desa yang selama ini menjadi langganan kekeringan,“ kata Suprapto.
Dari pantauannya di lapangan saat ini sumber air baik sumur, telaga maupun rawa masih belum kering, sehingga warga masih bisa mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari. Â Meski demikian BPBD sudah menyediakan dua truk tangki 50.000 liter air yang siap didistribusikan ke daerah kekeringan.
Sedikitnya 10 Kecamatan di Kabupaten Lamongan yang setiap tahunnya menjadi langganan bencana kekeringan. Diantaranya yaitu Kecamatan Turi, Lamongan, Kembangbahu, Sarirejo,Modo, Kedungpring, Glagah, dan Kecamatan Karangbinangun.
Dari pantauan SuaraBanyuurip.com, meski sudah sekitar dua bulan di Lamongan tidak diguyur hujan lagi, dampak kekeringan belum terlihat nyata. Â
Menurut salah satu warga Banjarjo, Kecamatan Kedungpring, Sukri, saat ini warga masih bisa mengkosumsi air bersih dari sumur. “Airnya memang telah menyusut tapi masih bisa digunakan, mudah-mudahan tidak sampai terjadi kekeringan lagi,“ ujarnya. (tok)