SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Kelompok masyarakat (Pokmas) pengelola program kambing di Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mengaku kecewa dengan kinerja LSM mitra pendamping Pertamina Asset 4 Field Cepu, Lembaga Pengkajian Kemasyarakatan dan Pembangunan (LPKP).
“Komunikasi yang dilakukan pendamping terhadap pokmas kurang intens, sehingga proses kelanjutanya bagaimana jadi tidak jelas,”kata Ketua Pokmas program kambing, Jais disela pertemuan yang membahas pengguliran program kambing di balai desa setempat, Selasa (19/8/2014) kemarin.
Tidak hanya itu saja, dia juga menanyakan transparansi pelaporan kegiatan yang dilakukan LPKP dengan pokmas yang telah terbentuk. Dia beralasan, sikap keterbukaan itu dirasa penting karena menyangkut kepercayaan kepada anggota pokmas.
“Saya minta laporanya tetapi tidak dikasih, sebagai pengelola pokmas saya merasa ikut bertanggung jawab menyampaikan hasil perkembanganya kepada anggota,” imbuhnya.
Menurut dia, LPKP sebagai pelaksana program dari Pertamina Asset 4 seharusnya bisa menjaga kepercayaan dengan masyarakat sekitar. Sebagai ketua, Jais merasa kurang diajak berperan. Bahkan dia mengklaim jika terbentuknya pokmas di Desa Kalisumber juga hasil dari gagasannya.
Adapun saat ini telah terbentuk tiga pokmas. Yaitu, Pokmas Maju Jaya, Barokah Jaya, dan Sumber Barokah.
“Saya yang mencetuskan ide terbentuknya pokmas, tapi sekarang malah dilupakan,” keluh Jais.
Sementara itu, perwakilan LPKP, Arif Hidayat mengatakan, jika pihaknya sudah melakukan kinerjanya sesuai prosedur. Pihaknya hanya sebatas menjalankan program dari Pertamina Asset 4.(roz)