SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Kendati sudah diresmikan, dan diberi nama Gagak Rimang, namun kapal fasilitas penyimpanan, dan aliran Alir-Muat Terapung (Floating Storage and Offloading/FSO) yang akan dipergunakan untuk produksi minyak dari lapangan Banyuurip ini masih ada di Galangan Kapal Sembawang, Singapura.
Kapal ini belum dibawa ke perairan Indonesia, tepatnya di perairan utara Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur lantaran masih menunggu menara tambat (mooring tower) rampung dikerjakan.
Mooring tower merupakan sejenis menara tambat yang dipergunakan untuk mengikat kapal ini di laut lepas.
“Kapal belum dibawa ke Tuban karena masih menunggu mooring tower jadi,†jelas Vice Presdent Public and Government Affairs Exxon Mobile Indonesia, Erwin Maryoto, Kamis (21/8/2014).
Erwin mengatakan, kalau sudah ada mooring tower, dan dipasang di laut sisi utara Kabupaten Tuban, maka kapal ini akan ditarik, dan berlayar dari Singapura menuju Indonesia.
“Jika sudah ada mooring tower kapal Gagak Rimang akan ditarik ke perairan Indonesia,†jelasnya.
Secara detail, Erwin mengatakan, kapal ini mempunyai kapasitas penyimpanan minyak mentah sebesar 1,7 juta barel. Kapal ini mempunyai panjang sekitar 330 meter, atau bisa disebut 3 kali dari panjang lapangan sepak bola. Dia berharap, proyek Banyuurip membawa manfaat bagi pemerintah Indonesia. Melalui mekanisme bagi hasil.
“Kita berharap lebih sukses, dan beri manfaat bagi Pemerintah Indonesia,†tandasnya. (edp)