Polisi Perketat Penjagaan KPU

SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo

Tuban – Sidang Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta dengan agenda pengambilan keputusan terhadap sengketa Pilpres, Kamis (21/8/2014), hari ini tampaknya membuat petugas keamanan di daerah-daerah juga memperketat penjagaan di Sekretariat penyelenggara Pemilu.

Langkah itu sebagai antisipasi kerawanan di daerah akibat kekecewaan beberapa pihak yang tidak puas dengan hasil putusan MK. Jadinya puluhan polisi melakukan penjagaan di sekretariat KPU, Panwaslu, dan gudang logistik KPU Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

“Kita melakukan penjagaan sebagai antisipasi saja, menjelang adanya putusan Pilpres di MK hari ini,” terang Kasat Sabhara Polres Tuban, AKP Yani Susilo, di depan kantor KPU Tuban.

Dia mengatakan, kalau pengamanan dan penjagaan akan dilakukan sampai situasi benar-benar aman. Hal ini bisa dilihat dari pusat. Apabila di pusat tidak ada gejolak dan situasi aman, maka pihaknya baru akan menarik pasukan dari penjagaan.

“Kalau di pusat aman, kami yakin di daerah-daerah juga pasti aman dan tidak ada gejolak. Kalau sampai siang ini situasi masih kondusif,” tegasnya.

Baca Juga :   Pemkab Bojonegoro Pasang DBH Migas 100 Persen di APBD 2020

Sementara itu, salah satu Komisioner KPUK Tuban, Yayuk Dwi Agus Sulistyorini, ketika ditemui mengaku optimis kalau tidak akan ada Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kabupaten Tuban.

“Karena apa? Karena kami sudah menjalankan sesuai dengan prosedur yang ada,” kata perempuan berjilbab ini menerangkan.

Terkait adanya pembukaan kotak suara, Yayuk mengatakan telah melakukan hal itu sesuai dengan rekomendasi dari MK.

“Kita sudah lakukan itu, dan hasilnya sama. Yaitu antara DPT, jumlah surat suara, sampai pada perolehan kedua pasang masing-masing calon,” tandas Yayuk. (edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *