SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Banyaknya sumur minyak tua peninggalan Belanda yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, berpotensi dijadikan obyek wisata. Karena selain berada di kawasan hutan yang memiliki panorama alam indah, proses penambangannya masih tradisional.
Camat Sambong, Sudharmo, mengatakan, jika keberadaan sumur minyak tua tersebut benar-benar digarap dengan serius oleh Pertamina bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora akan mampu mendatangkan wisatawan sehingga dapat menambah pendapatan asli daerah (PAD). Selain pendapatan dari minyak, juga retribusi dari wisatawan yang berkunjung.
“Dipastikan juga akan memberikan multiplier effect, seperti peluang usaha jasa di sekitar lokasi pemboran yang bisa ditangkap warga sekitar,” katanya kepada suarabanyuurip.com, Jumát (22/8/2014).
“Namun untuk merealisasikan gagasan ini tentunya Pertaminya yang mempunyai hak lebih,” lanjut Sudharmo.
Untuk diketahui, di Sambong sendiri terdapat 352 titik sumur tua. Dari jumlah itu 65 persennya digarap warga secara tradisonal. “Mereka tergabung dalam paguyuban penambang yang berada di Desa Ledok,” ujar Sudharmono.
Selain itu, di Desa Ledok juga ada satu sumur minyak tua yang dikeramatkan oleh warga setempat. Dalam waktu tertentu, warga setempat mengadakan syukuran di sumur yang di sebut Sumur Magung.
“Biasanya juga ada pagelaran wayang kulit dan sangat meriah. Karena yang datang bukan hanya warga sekitar, tapi dari luar daerah,” pungkas Sudharmono.
Bahkan sumur minyak tua di Kecamatan Jiken, tepatnya di wilayah kerja KUD Wargo Tani Makmur, telah menjadi rujukan bagi para siswa sekolah maupun mahasiswa dari luar daerah untuk wisata.
“Biasanya ada anak sekolah Mahasiswa melakukan Wisata Geologi di sini,” kata Menejer KUD Wargo Tani Makmur Jiken, Yusuf.