SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Sejumlah dump truck (DT) pengangkut material proyek Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, banyak dikeluhkan warga. Penyebabnya, dump truk banyak melewati jalan lingkungan di wilayah desa setempat usai mengirim tanah urug di lokasi proyek.
Salah satu jalan lingkungan yang kerap dilewati dump truck proyek Banyuurip adalah Desa Brabowan, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Kondisi itu telah berlangsung sejak puasa lalu, namun sampai saat ini belum ada tindakan dari kontraktor engineering, procurement and construction (EPC) Banyuurip.
“Banyak warga yang mengeluh, belakangan dump truck sering lewat sini,” kata Bambang, salah satu warga sekitar.
Menurut dia, seharusnya dump truck tersebut melalui acces road di Desa Sudu, Kecamatan Gayam. Selain itu yang menjadi keluhan warga adalah dump truk yang melintas dinilai tak bisa mengatur kecepatan kendaraan saat melewati perkampungan.
“Bukannya gk boleh tapi harus tahu kecepatan karena lewat perkampungan,” ujarnya.
Kepala Desa Brabowan, Sukiran menyesalkan dengan banyaknya kendaraan yang melintas jalan poros di Desa Brabowan. Dia mengatakan jalan tersebut memang relatif sempit sehingga apabila dilalui kendaraan seperti dump truck tentunya memakan jalan.
“Memang jalanya sempit, apalagi belum ada Tembok Penahan Tanah (TPT)nya,” kata dia dikonfirmasi terpisah.
Sukiran menambahkan, jalan Brabowan juga kerap dilalui oleh para pekerja proyek. Terutama disaat pulang bekerja. Ironisnya, para pekerja berkendara dengan tanpa mengindahkan peringatan dan kondisi jalan.
“Mungkin jalan sini dianggap paling dekat dengan lokasi proyek,” tuturnya.(roz)