SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Bupati Blora, Jawa Tengah, Djoko Nugroho, menaruh harapan pada PT Pertamina bisa mendirikan kilang minyak di wilayah Kabupaten Blora.
Harapan itu bermula dari cadangan minyak di Bumi Haryo Penangsang ini begitu besar, dan selama ini hanya dijual ke luar. Selain itu dengan beroperasinya eksplorasi di Alas Dara Kemuning (ADK) juga menjadi alasan mendesaknya dibangunnya kilang di Blora.
“Dengan beroperasinya NGBT-01 di wilayah pertambangan ADK, diharapkan ke depan di Blora juga dibangun kilang minyak meski skalanya mini, sehingga bisa lebih memajukan Blora,†kata Djoko Nugroho, Senin (25/8/2014).
Beberapa waktu lalu, wacana tersebut sempat disampaikan oleh Direktur PT Blora Patra Energi, Christian Prasetya. Dikatakan, bahwa Blora harus mempunyai kilang pengolahan migas sendiri. Â
“Entah itu memanfaatkan kilang Cepu ataupun membangun kilang baru,†kata Christian.
Dia menjelaskan, Kabupaten Blora mempunyai pontensi minyak yang cukup untuk 25 tahun ke depan. “Tapi kenapa Blora tidak bisa mengolah minyak sendiri, seperti Bojonegoro yang saat ini ada PT Tri Wahana Universal (TWU),” ujar dia.Â
Christian sangat menyayangkan tidak maksimalnya kilang minyak berkapasitas 10.000 barel per hari di Cepu. “Itu lebih besar dibandingkan dengan kilang TWU yang hanya mempunyai kapasitas produksi 6.000 barel perhari. Kenapa Bojonegoro bisa sedangkan Blora tidak bisa?” ujar dia penuh tanya.
Karena itu, dia berharap, di Blora ada aktivitas pemrosesan minyak mentah menjadi minyak setengah jadi atau menjadi produk jadi yang siap jual, dengan nilai ekonomis lebih tinggi. “Tidak hanya menjual minyak mentah ke luar, lalu kita membelinya lagi dengan harga mahal,†ujar pria berkacamata ini.
Menurut Christian, dengan berdirinya kilang di Blora, bisa mendatangkan multiplier effect yang luar biasa, terutama penyerapan tenaga kerja lokal. “Blora sudah waktunya ada processing activity,”  tegasnya. (ams)