Palawija Sekitar ATW Terancam Gagal Panen

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Musim kemarau tahun ini tidak hanya menjadikan sebagian besar masyarakat mengalami kesulitan air bersih. Namun juga telah mengakibatkan tanaman pertanian sekitar lokasi Migas Alas Tua Barat (ATW), Blok Cepu di Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur tak tumbuh maksimal.

Banyak daun tanaman seperti kacang hijau dan jagung mengering terkena sengatan terik matahari. Hal itu dikarenakan tanaman kurang air karena sungai di sekitar tempat tersebut juga mulai mengering.

Warga Desa Sedangharjo, Parmin, mengungkapkan, sejak pertengahan bulan Juli 2014 cuaca panas mulai meningkat hingga Agustus ini. Sehingga menjadikan tanamannya tak dapat tumbuh maksimal.

“Utamanya kacang hijau sama jagung, Pak. Daun kacang hijau banyak yang puret dan jagung banyak yang nglaras (mengering) terkena panasnya terik matahari,” kata Parmin kepada suarabanyuurip.com, Selasa (26/08/2014).

Dia memprediksi, akibat kurang maksimalnya pertumbuhan tanaman tersebut akan berakibat pada panen yang didapat petani.

“Jelas tidak akan sesuai harapan. Biasanya bisa mendapatkan 15 karung, mungkin nanti tinggal 10 karung,” ujar Parmin, menjelaskan.

Baca Juga :   RTIK Helat IT-CAMP Bojonegoro di Kebun Belimbing

Untuk diketahui, hampir mayoritas petani sekitar lokasi ATW adalah petani tadah hujan. Sehingga ketika musim kemarau petanu kesulitan mencukupi kebutuhan air untuk tanaman pertanian.

“Saya sangat mendukung jika Pemkab Bojonegoro kedepan membangun embung. Karena dengan embung setidaknya dapat menolong petani untuk mencukupi kebutuhan air seperti kemarau ini,” imbuh Kasim, petani lainnya. (sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *