SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, meminta masyarakat untuk mewaspadai badai El Nino. Bencana itu diperkirakan terjadi Agustus hingga September ini.
“Diharapkan masyarakat untuk selalu hati-hati akan adanya badai El Nino. Khususnya mereka yang tinggal di wilayah pantura,” kata Kepala Pelaksana BPBD Lamongan, Suprapto kepada suarabanyuurip.com, Kamis (28/8/2014).
Dia menjelasakan, badai El Nino tidak bisa diprediksi dan setiap saat bisa mengancam terjadinya bencana yang tidak diinginkan.
“Kami sudah memberikan himbauan kepada camat untuk mensosialisasikan kepada desa untuk diteruskan kepada warga agar selalu waspada,” ujar Suprapto.
Dampak dari badai El Nino sudah mulai dirasakan masyarakat sejak satu bulan terakhir. Diantaranya tingginya gelombang laut, angin kencang, udara panas dan lain-lain.
Hawa yang panas menyengat disertai angin kencang, selama satu bulan ini cukup dirasakan warga Lamongan.
“Cuacanya terasa sangat menyengat mas. Anginnya juga kencang menjadikan kulit terasa kering,†kata salah satu warga Lamongan, Imam.
Ia yang menjadi petugas lapangan di sebuah perusahaan finance mengaku terpaksa harus mengendarai motornya pelan-pelan akibat kencangnya angin.
“Kalau mengemudi kencang kuatir jatuh karena anginnya cukup kencang mas,†ucapnya.(tok)