Penjual Air Bersih Raup Untung

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Bencana kekeringan tidak selalu menjadi musibah bagi sebagian kalangan. Justru sebaliknya, di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, musibah tahunan itu dimanfaatkan para penjual air bersih untuk meraup untung berlipat.

Para penjual air bersih itu keliling desa menggunakan mobil tangki untuk menjual air kepada warga. Banyak warga yang membutuhkan air bersih untuk minum maupun kebutuhan lain seperti memasak, mencuci, taupun pakan ternak.

Kondisi itu berbeda ketika musim penghujan. Penjual air menggunakan tangki ini tidak banyak mendapatkan pesanan air untuk kebutuhan manusia. Tetapi lebih pada pasokan air membuat bangunan, baik itu proyek, rumah, ataupun bangunan fisik yang lain.

“Pesanan itu biasa datang dari daerah pegunungan yang kesulitan air, seperti di beberapa desa di Kecamatan Grabagan dan lainnya,” kata Sarmo (50), salah satu warga asal Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, yang menggeluti profesi menjual air bersih ini.

“Dalam satu hari bisa sampai 13 rit (15 tangki mobil), paling sedikit ya 8 rit,” ujar pria berkaos oblong ini menjelaskan.

Baca Juga :   Sambut HPN 2023, PWI Bojonegoro Gowes Bareng Stakeholder

Jumlah ini tentu cukup banyak, mengingat kalau musim penghujan jarang sekali ada pesanan. Pesanan baru datang kalau ada pekerjaan proyek pembangunan fisik.

Sarmo menjelaskan satu mobil tangki mempunyai volume 5 ribu liter air. Harganya berkisar Rp30 sampai Rp150. Harga itu tergantung dengan jarak tempuh si pemesan.

“Kalau dekat sini 30 ribu sampai 50 ribu cukup, tetapi kalau tempatnya jauh ya sampai 150 ribu karena menyesuaikan bahan bakar truck,” pungkas dia.(edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *