SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Warga Desa Besah, dan Desa Sekaran, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memblokir akses jalan dari Sumur Tua di Kecamatan Kedewan menuju arah Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah karena kondisi yang rusak parah, dan berdebu.
“Jalan yang diblokir itu di Desa Sekaran, dan Besah, karena kondisinya sangat parah, rusak dan berdebu namun tidak kunjung ada perbaikan,” ujar Kapolsek Kasiman, AKP Margono, Kamis (28/8/2014).
Margono mengatakan, pemblokiran tersebut dilakukan lantaran warga merasa terganggu saat melintas di jalan desa tersebut karena kondisinya berlubang dan sangat berdebu. Padahal jalan tersebut merupakan akses kendaraan berat, dan truk tangki yang mengangkut minyak, dan gas bumi (migas) dari sumur tua Kedewan.
“Jalan tersebut biasanya juga dilalui kendaraan berat milik Pertamina yang mengelola sumur tua,” tambahnya.
Pemblokiran dilakukan warga sejak kemarin malam. Namun, pagi tadi warga setempat akhirnya dimediasi untuk bertemu dengan pihak operator pengelola sumur minyak tua dan pemerintah setempat. Hasilnya, dalam waktu dekat ini Pemda melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) bersama dengan Pertamina EP Asset 4 akan segera membangun jalan yang rusak.
“Kalau pakai anggaran Pemerintah kan tidak bisa serta merta langsung, karena terbatas dana. Makanya Pertamina akan membantu perbaikan, itu karena jalan milik PU,” jelasnya.
Pemblokiran dilakukan dengan cara menanami jalan dengan menggunakan pohon Pisang, serta di pasang batang kayu yang ditaruh melintang di tengah jalan. Warga juga mencabut plang proyek pembangunan jalan yang bertuliskan baru dilakukan pengerjaannya pada tahun 2013 lalu.
Dikonfirmasi secara terpisah, Legal and Relations Pertamina EP Asset IV, Sigit Dwi Aryono, belum memberikan konfirmasinya mengenai hal tersebut.
Sementara Kepala DPU Bojonegoro, Andy Tcandra, menegaskan, jalan yang dilalui oleh perusahaan migas atau operator salah satunya sumur tua adalah tanggung jawab operator itu sendiri.
“Yang jelas itu tanggung jawab operator, karena setiap hari dilalui alat berat, dan kendaraan operasional lainnya untuk kebutuhan mereka,” ujarnya singkat. (rien)