SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Para calo tanah akan sulit bisa menguasai lahan untuk proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran – Tiung Biru (J-TB) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang dioperatoro Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC). Alasannya, warga di sana mematok harga tinggi yakni Rp500 ribu per meter persegi.Â
Juari, warga Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, mengungapkan, para calo tanah dipastikan akan sulit menguasi lahan yang akan dibebaskan untuk proyekk J-TB. Alasannya, selain pemilik lahan mematok harga tinggi, juga mereka sudah pengalaman berbekal informasi pembebasan lahan di proyek minyak Banyuurip, Blok Cepu, beberapa tahun silam.
“Saya dengar, rata-rata harga yang ditawarkan pemilik lahan kisaran Rp500.000 per meternya, Mas,” kata pria yang juga tokoh masyarakat Kalisumber tersebut menerangkan.
Saimo, salah satu warga Dusun Jambe, Desa Kalisumber, mengaku, pernah didatangi makelar tanah yang ingin membeli lahannya. Namun saat dirinya menawarkan harga Rp500 ribu per meter, makelar tersebut tak berani menawarnya.
“Pernah sekali didatangi, tapi saya tidak kenal siapa dia,” sambung Saimo yang mengaku lahannya akan terkena pembebasan proyek Unitisasi J-TB.(sam)Â