PDAM Siap Layani Masyarakat Blok Cepu

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Selama musim kemarau pelayanan air minum bagi pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, berjalan normal. Suplai air minum dari Sungai Bengawan Solo maupun sumber mata air di Desa Ngunut, Kecamatan Dander tetap stabil.

Kepala PDAM Purwosari, Ucok Widata mengatakan, meskipun selama musim kemarau air Sungai Bengawan dan berkurang banyak, namun cadangan air masih cukup untuk melayani pelanggan PDAM di wilayah Bojonegoro yang jumlahnya mencapai 22 ribu rumah tangga.

“Pelayanan air minum bagi pelanggan PDAM tidak terganggu,” ujarnya.

Hanya saja, menurut dia, kualitas air Sungai Bengawan Solo saat musim kemarau kurang bagus. Sebab air berwarna kuning keruh dan lebih kotor.

“Untuk menjernihkannya diberikan obat penjernih air lebih banyak dibandingkan saat musim hujan agar layak dikonsumsi,” tandasnya.

Saat ini di wilayah Bojonegoro ada 10 instalasi PDAM di kecamatan. Di antaranya PDAM Padangan, PDAM Purwosari, PDAM Kalitidu, PDAM Dander, PDAM Kapas, PDAM Balen, PDAM Trucuk, PDAM Sumberejo, PDAM Bojonegoro, dan PDAM Baureno.

Baca Juga :   Migas Melambat, Nurul Azizah: Pertanian Jadi Penopang Ekonomi Bojonegoro

Di PDAM Dander terdapat dua instlansi yakni di Desa Ngunut dan Sumberarum. Namun instalansi di Sumberarum saat ini dikeluhkan warga karena debit air di Sumberan Sumberarum mengalami penyusutan pada musim kemarau ini. Dampaknya, debit air di sumur -sumur warga sekitar juga ikut menurun.

“Sekarang ini warga sudah mulai resah. Mereka khawatir jika penyedotan air yang dilakukan PDAM tak dikurangi sumur mereka bisa kering,” sambung Yudi warga Sumberarum dikonfirmasi terpisah.  

Untuk pemasangan baru pelanggan PDAM saat ini dikenakan biaya sekitar Rp1.029.000. Sementara itu rata-rata tarif berlangganan PDAM sebulan sekitar Rp30.000 sampai Rp40.000.

Ucuk mengaku, PDAM Purwosri juga bisa melayani keinginan warga di sekitar ladang migas Blok Cepu yang ingin berlangganan PDAM dan mengupayakan penyambungan jaringan pipa hingga di daerah Mojodelik, Kecamatan Gayam.

“Jarak antara instalasi PDAM Purwosari dengan Desa Mojodelik sekitar 10 kilometer,” pungkas Ucuk.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *