SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Kelompok masyarakat (Pokmas) Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa-Timur, menuding Lembaga Swadaya Masyarakat Pengkajian Kemasyarakatan dan Pembangunan (LSM LPKP), pendamping program pengembangbiakan ternak kambing tidak melakukan koordinasi.
“Sejak program ternak kambing berjalan, LSM LPKP sebagai pendamping program tidak ada koordinasi dengan kami, Mas,” kata Ketua Pokmas Kalisumber, Jais kepada suarabanyuurip.com.
Padahal, lanjut Jais, kesepakatan awal dalam pelaksanaan program ternak, LPKP bakal mentaati kesepakatan yang telah disetujui bersama dalam musyawarah sebelum program ternak yang digulirkan oleh Pertamina EP.
“Yang membuat tiga kelompok pengelola kambing itu adalah kami, yaitu Kelompok Ternak Barokah Jaya, Kelompok Ternak Sumber Barokah, Kelompok Ternak Maju Jaya. Dengan masing-masing kelompok beranggotakan 26 orang. Tapi setelah terbentuk dan program berjalan kami ditinggalkan,” ujar Jais, mengungkapkan.
Menanggapi tudingan Pokmas Kalisumber,Humas PEP Aset 4, Kartika Tiara Sari, menampiknya. Sebab, menurut dia, sejak awal pendamping program banyak berkoordinasi dengan Pokmas, namun lambat laun kelompok jauh lebih aktif.
“Sehingga kegiatan langsung fokus kepada para anggota kelompok,” sambung Tiara.(sam)