SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Petani di Desa Sambangan, dan Desa Keyongan, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur tengah menunggu panen raya Shorgum.
Saat ini tanaman shorgum yang mayoritas di tanam petani didua Desa tersebut sudah berusia di atas tiga bulan. Tinggal hitungan hari lagi mereka akan melakukan panen raya.
“Dua tiga hari lagi akan panen raya, Mas,“ kata salah satu petani asal Desa Keyongan,  Basar, Kamis (5/9/2014).
Biasanya saat musim panen para tengkulak dari wilayah Jawa Tengah akan datang membeli hasil panen petani. Harga Shorgum Rp1.800 perkilogram.
“Harga tersebut sudah relatif tinggi,“ ujar petani yang punya lahan satu hektar tanaman Shorgum tersebut.
Kades Sambangan, Sulaiman, mengatakan, wilayahnya merupakan sentra penghasil Shorgum terbesar di Indonesia. Lahan Shorgum di Sambangan mencapai 150 hektar. Tanaman shorgum tidak banyak membutuhkan perawatan, dan tidak banyak butuh irigasi.
“Selain untuk bahan baku roti, Shorgum juga menjadi bahan baku bioetanol, “ kata Sulaiman.
Dari pantauan di lahan pertanian di Desa Sambangan dan Desa Keyongan terlihat tanaman Shorgum yang siap panen. Tanaman dengan batang mirip batang Jagung tersebut terlihat berbuah kuning masak siap dipanen. (tok)