SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Warga Desa Mojorembun, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mengeluhkan kebisingan yang ditimbulkann proyek eksplorasi sumur Migas Randublatung (RBT) 2. Sumur ini disiapkan untuk suplai gas di CPP Gundih.
Kepala Desa Mojorembun, Mochammad Syaifudin Zuhri, mengungkapkan, kebisingan itu ditimbulkan adanya uji coba sumur RBT 2 beberapa waktu lalu. “Warga banyak yang mengeluh kepada saya tentang kebisingan dan getaran dari proyek itu,†katanya, Kamis (5/9/2014).Â
Dia mengaku, tidak pernah ada sosialisasi dari pihak operator, padahal lokasi sumur berada tepat di perbatasan antara Desa Sumber dengan Desa Mojorembun. “Tidak pernah ada sosialisasi maupun kompensasi dari operator. Kalau kami harus melapor, harus lapor kemana?†ujar Syaifudin, sembari menjelaskan bahwa pihaknya saat itu sering mendapat keluhan dari warganya.
Menurutnya, dia pernah mengadu pada pihak operator, tapi dari operator menjelaskan, bahwa yang mendapat kompensasi adalah wilayah terdampak yang dilalui proyek dan wilayah mulut sumur.
“Kami kemarin sudah menyampaikan hal ini pada pemerintah. Melalui camat akan melihat kondisi lapangan,†jelasnya.
Dengan kondisi itu, pihaknya berharap dari pihak operator bisa melakukan sosialisasi kepada warga sekitar. “Karena warga kami juga masuk dalam wilayah terdampak,†harap Syaifudin.
Sementara itu, dari pihak operator, belum ada yang bisa memberikan keterangan sampai dengan berita ini diturunkan. (ams)