SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Warga di sejumlah pedesaan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mengeluhkan beras miskin (Raskin) yang diterima bulan ini karena kualitasnya buruk dan tak layak dikonsumsi.
Warga yang mengeluhkan Raskin itu diantaranya adalah Desa Jadi, Kecamatan Semanding, dan Kelurahan Sukolilo, Kecamatan Tuban. Raskin yang mereka terima tidak layak konsumsi.
Penuturan dari warga, beras terlalu banyak bercampur kerikil, berwarna kuning, dan dalam keadaan hancur.
“Berasnya berwarna kuning, ada campurannya kerikil, bedekan (kulit beras) terlalu banyak dan berasnya hancur,” terang Patmi (40), salah satu warga Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Sabtu (6/9/2014).
Meski sudah dibersihkan, tetap saja beras tersebut masih tidak layak konsumsi. Pun demikian, beberapa warga ada yang langsung menukar di toko dengan harga yang lebih murah. Tidak jarang toko menolak beras tersebut, sehingga warga yang merasa putus asa terpaksa menggunakan beras tersebut untuk pakan ternak.
“Diberikan untuk makan ayam saja, soalnya mau dimakan sendiri juga takut malah keracunan,” jelas Tarwi (33), warga lain.
“Sebelumnya memang beras yang diterima warga sudah jelek, tetapi bulan ini semakin parah,” kata pria ini melanjutkan.
Kepala Sub (Kasub) Divre Bulog Bojonegoro-Tuban, Efdal, ketika dikonfirmasi suarabanyuurip.com belum memberikan jawaban sampai berita ini ditulis.(edp)