Sawah di Blok Cepu Mengering

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro –  Bencana El nino lemah yang ditandai dengan kekeringan panjang mulai melanda wilayah Bojonegoro, Jawa Timur. Bencana itu dipredeksi terjadi hingga Desember mendatang. 

Dampak dari bencana Elnino lemah paling dirasakan oleh para petani di wilayah Bojonegoro. Lahan pertanian mereka kering kerontang tak dapat ditanami. Padahal lahan itu menjadi satu-satunya gantungan hidup mereka. 

Salah satunya terjadi di sekitar pemboran migas Blok Cepu di wilayah Kecamatan Gayam. Ada sekira ratusan hektare sawah di sana dibiarkan “bero” atau tidak ditanami karena tidak ada air untuk pengairan. Apalagi selama ini, sawah di wilayah tersebut merupakan tadah hujan yang mengandalkan persediaan air dari air hujan.

Slamet (55), petani di Dusun Mojo, Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, mengatakan, saat musim kemarau lahan sawah hanya bisa ditanami palawija seperti jagung dan kacang hijau. 

“Itu pun pada masa awal musim kemarau masih bisa ditanami jagung. Kalau sekarang lahan sawah dibiarkan bero. Sebab, tanah sawah sudah gersang,” ujarnya.

Baca Juga :   Beli Migor Curah Palsu, Pedagang Tahu Bojonegoro Lapor Polisi

Suyanti, (50), petani di Desa Sudu, mengaku, tanaman padi yang ditanam di lahan seluas setengah hektare terancam gagal panen. Batang dan daun tanaman padi menguning dan kering. Begitu pula bulir padi banyak yang tidak mentes.

“Serangan hama wereng benar-benar merusak tanaman padi,” tandasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *