Antisipasi Kekeringan, Aktifkan Call Center

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan- Bencana kekeringan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, terus meluas. Berapa areal pertanian padi di Kota Soto mulai mengalami kekurangan air.

Sesuai data di Dinas Pertanian Lamongan, potensi kekurang air terjadi pada 17.398 ha areal padi dan seluas 5.388 areal tanaman kedelai. Diantara areal pertanian padi yang terdeteksi mengalami kekeringan adalah di Kecamatan Sukodadi seluas 1.133 ha dengan 612 ha diantaranya sudah berumur 60-70 hari. Selain itu, seluas 15 ha lahan padi di  Desa Lopang dan seluas 10 ha Desa Nongkojajar mengalami puso.

Untuk mengantisipasi potensi kekeringan yang terus meluas, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan, Yuhronur Efendi menginstruksikan untuk mengaktifkan call center BPBD di 0322 317730.

“Bagi masyarakat yang ingin melaporkan adanya adanya kekurangan air atau membutuhkan droping air bersih, bisa menghubungi call center, “ ujar dia.

Dia menegaskan, jika sewaktu-waktu ada permintaan air bersih, kendaraan sudah siap mendistribusikan secara gratis. Disebutkan, di BPBD ada 2 kendaraan dengan kapasitas masing-masing 6 ribu liter dan PDAM memiliki 2 unit kendaraan dengan kapasitas masing-masing 4 ribu liter.

Baca Juga :   Pengaspalan Jalan Ke Ledok Dua Minggu Lagi

Terkait potensi kekeringan di areal persawahan, Yuhronur menyebut, itu terjadi karena petani menggunakan pola tanam padi-padi-padi. Padahal di musim kemarau yang minim air ini, komoditas palawija lebih disarankan untuk ditanam petani. 

Seperti komoditas kedelai yang memang dikenal tidak membutuhkan banyak air untuk tumbuh. Sehingga saat ini, petani di Kecamatan Sugio yang menanam kedelai sedang menikmati manisnya panen bahan baku tahu dan tempe ini.

Di Lamongan sendiri terdapat 44 waduk dan rawa dibawah pengelolaan Dinas PU Pengairan. Yakni terdiri dari 33 waduk dan 11 rawa dengan kapasitas maksimal 110.608.905 meter kubik. 

Data Dinas PU Pengairan Lamongan per 31 Agustus 2014, kapasitas terisi saat ini 13.312.519 meter kubik atau 12,04  persen. Sedangkan sebanyak 24 waduk dan 6 rawa saat ini volume terisinya sudah kosong.

Di wilyah UPT Deket, hanya Waduk Joto Kecamatan Tikung yang masih terisi 8.222 meter kubik (0,82 persen) dari kapasitas maksimalnya yang 1 juta meter kubik. Sementara 10 waduk lainnya sudah kosong. 

Yakni diantaranya Waduk Mojomanis dan Lopang di Kecamatan Kembangbahu, Waduk Takeran, Dukuh, Delikguno dan Tuwiri di Kecamatan Tikung, Waduk Dermo dan Canggah di Kecamatan Sarirejo, serta Waduk Rande di Kecamatan Deket.

Baca Juga :   Bupati dan Wali Kota se Jateng Dilantik

Kemudian diantara rawa yang sudah kosong adalah Rawa Sogo dan  Semando di Kecamatan Babat. Kemudian Rawa Manyar dan Bulu di Kecamatan Sekaran, serta Rawa Cungkup dan Kwanon di Kecamatan Pucuk.

Selanjutnya di wilayah UPT Sumlaran, hanya 2 waduk yang masih terisi. Yakni Waduk Gondang Kecamatan Sugio terisi 2.536.000 meter kubik (10,69 persen) dari kapasitas maksimalnya yang 23.712.500 meter kubik. Dan Waduk German/Sugio yang kapasitas maksimalnya 1.237.500 meter kubik, saat ini memiliki cdangan air 1.109.375 meter kubik atau 89,65 persen.

Kondisi terkini, Waduk Prijetan di Kecamatan Kedungpring yang masuk wilayah UPT Kedungpring, saat ini menyisakan cadangan air 250 ribu meter kubik, dari kapasitas maksimalnya yang 9 juta meter kubik. Sedangkan Waduk Gondang tinggal menyisakan 2,2 juta meter kubik yang tidak akan dikeluarkan untuk mengamankan konstruksi bangunan.(tok)

 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *