SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, Jawa Timur, akan meminta tambahan kuota pupuk bersubsidi ke Kementerian Pertanian menyusul terjadinya kekurangan pupuk bersubsidi pada masa tanam tahun ini di wilayah setempat.
“Kita akan meminta penambahan kuota pupuk ke Kementerian Pertanian,†kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Tuban, Herri Prasetyo S, Selasa (9/9/2014).
Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Tuban ini membenarkan kalau saat ini Tuban tengah kekurangan pupuk. Lantaran pada tahun ini alokasi pupuk bersubsidi di batasi untuk Tuban.
“Alokasi pupuk bersubsidi untuk Tuban memang terbatas pada masa tanam tahun ini,†tegas Herri.
“Hal inilah yang menjadikan sebagian petani Tuban kesulitan mendapatkan pupuk,†kata Herri melanjutkan.
Dia mengatakan, pada tahun 2014 stok pupuk di Tuban adalah 37.778 ton untuk pupuk urea, pupuk sp-36 sebanyak 11.871 ton,  pupuk za sebesar 5.421 ton, pupuk npk sebanyak 26.954 ton, serta kuota untuk pupuk organik adalah 18.531 ton.
Jumlah ini dianggap terlalu kecil daripada tahun lalu. Dia memberikan contoh tahun 2013 lalu untuk pupuk Urea saja 43.639 ton, serta jumlah kuota yang lebih besar untuk pupuk lain pada tahun sebelumnya.
Herri mengatakan pihaknya akan mengajukan penambahan kuoata pupuk bersubsidi sebesar 10 persen dari stok yang ada saat ini. Supaya kelangkaan pupuk di Kabupaten Tuban tidak terjadi.(edp)