SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora –Akan beroperasinya eksplorasi Migas di cluster Banyubang Blora, Jawa Tengah oleh  PT Banyubang Blora Energi (BBE) mendapat tanggapan warga sekitar pemboran. Mereka berharap kepada perusahaan untuk memperhatikan sisi negatif dan positifnya bagi lingkungan sekitar agar kegiatan tidak hanya memupuk keuntungan semata, tetapi juga kelestarian lingkungan dan kondisi social warga.
Jatmo, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora seharusnya tidak hanya meminta warga untuk mendukung perusahaan migas masuk ke Blora, tetapi harus ada imbal baliknya.
â€Jangan hanya sisi positifnya yang dipaksakan kepada warga, jika perusahaan migas itu masuk.
Tapi untuk sisi negatifnya juga harus diperhatikan. Karena, masuknya perusahaan migas itu sangat mungkin muncul terjadinya kerusakan lingkungan,†kata Jatmo.
Menurut Jatmo, dengan masuknya perusahaan migas di Blora dan juga di wilayah desanya, warga meminta adanya jaminan keselamatan dan kelestarian lingkungan. Dia mencontohkan, seperti sumber air di desanya sekarang ini bagus karena sumur sedalam satu meter sudah keluar airnya sehingga bias mengairi tanaman dengan baik.
“Tapi kondisini bisa berubah, dengan adanya eksplorasi nanti. Kalau itu terjadi, nanti menjadi tanggung jawab siapa. Karena itu harus ada sosialisasi dari perusahaan yang masuk ke wilayah Blora, secara jujur dan apa adanya,†saran dia.
Sementara itu, Damsuki, PT BB Energi menjamin, jika perusahaannya akan sesuai aturan dan memerhatikan lingkungan sekitar.
Bupati Blora, Djoko Nugroho meminta kepada manajemen PT BB Energi untuk ikut memperhatikan dan menangani persoalan sosial di sekitar Wilayah Kerja Pertambangan. (ams)