SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Prognosa lifting minyak dan gas bumi (Migas) tahun 2014 ini mengalami penurunan. Untuk prognosa minyak menurun 30,23 % dari total prognosa APBN 2014, yaitu sebanyak 33.310.950 barel menjadi 23.241.250 barel pada prognosa APBN-P 2014.
Sementara untuk prognosa lifting gas bumi juga mengalami penurunan hingga 25 % dari total prognosa APBN 2014 sebesar 5.504.330 MMBTU menjadi 4.128.470 MMBTU pada APBN-P 2014.
“Akibatnya progonsa lifting migas Bojonegoro mengalami penyesuaian cukup besar,” kata Sekretaris Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, Fajar Yudhi kepada suarabanyuurip.com usai menghadiri rapat koordinasi dengan agenda tunggal penyampaian revisi prognosa lifting migas sebagai tindak lanjut ditetapkannya APBN-P tahun 2014 di Jakarta bersama pemerintah pusat lusa kemarin.
Sekretaris Dinas ESDM Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Fajar Yudhi menyampaikam, dari hasil rapat koordinasi dengan pemerintah pusat, terjadi revisi prognosa lifting migas.
Dia menyebutkan, rincian perubahan prognosa lifting minyak bumi untuk KKKS diantaranya Pertamina EP pada prognosa APBN 2014 sebesar 547.720 barel, pada prognosa APBN-P sebesar 499.370 barel, mengalami penurunan 8,83 %, JOB P-PEJ pada prognosa APBN 2014 sebesar 2.529.350 barel, pada prognosa APBN-P 2014 sebesar 2.024.790 barel, mengalami penurunan sebesar 19,95%.
Dia menyebutkan, untuk Unitisasi Sukowati, pada prognosa 2014 sebesar 8.712.620 barel, pada prognosa APBN-P 2014 sebesar 8.458.870 barel, mengalami penurunan 2,91%. ExxonMobil pada prognosa 2014 sebesar 21.521.260 barel, pada prognosa APBN-P 2014 menurun menjadi 11. 635. 840 barel, atau mengalami penurunan 45,93 %. Sedangkan Pertamina EP (Tiung Biru) prognosa APBN-P 2014 sebesar 622.380 barel.
Fajar melanjutkan, untuk rincian perubahan prognosa lifting gas bumi diantaranya JOB P-PEJ pada prognosa APBN 2014 sebesar 1.594.100 MMBTU, pada prognosa APBN-P 2014 sebesar 735.710 MMBTU, mengalami penurunan sebesar 53.85 %, untuk Unitisasi Sukowati pada prognosa APBN 2014 sebesar 3.910.230 MMBTU, pada prognosa APBN-P 2014 sebesar 3.392.760 MMBTU, mengalami penurunan 13,23 %.
“Total kedua KKKS untuk prognosa APBN 2014 awalnya sebesar 5.504.330 mmbtu, turun pada prognosa APBN-P 2014 sebesar 4.128.470Â mmbtu, penurunan sebanyak 25 persen,”pungkasnya.(rien)