SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Bencana kekeringan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terus meluas. Kali ini warga di Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, yang berada di sekitar ladan migas Alas Tua Barat (ATW), Blok Cepu, mulai kesulitan mendapatkan air bersih.
Meski tidak keseluruhan, namun sumur air bantuan Mobil Cepu Ltd (MCL), operator migas Blok Cepu, yang biasa dipergunakan warga sumber airnya sudah mulai menyusut. Sehingga membuat sebagaian warga khususnya Dusun Lengkong kesulitan air bersih. Di dusun ini terdapat sekira 300 kepala keluarga (KK).
“Air bersih dari sumur PAM sudah menyusut, Pak. Jadi air yang mengarah ke Lengkong mengalami penurunan. Termasuk yang kearah Dusun Penggik,” kata Tarwi warga setempat kepada suarabanyuurip.com, Minggu (14/09/2014).
Meski demikian, warga masih bisa medapatkan air sekalipun harus mengambil dari sumur lain maupun menunggu giliran dari sumur pam yang ada.
“Alhamdulillah Jumat kemarin ada bantuan satu mobil tanki air bersih dari Pemkab Bojonegoro kepada warga Lengkong,” ujar Tarwi, menjelaskan.
Di sisi lain, kesulitan air dimusim kemarau tahun ini juga berimbas pada tanaman pertanian di sekitar sumur migas ATW. Pertumbuhan tanaman tidak maksimal karena kekurangan air. Daun tanaman seperti Jagung dan lainnya layu dan mengering.
“Mulai bulan Agustus cuaca panas sekali yang berakibat kerusakan tanaman dan menyumbat sumber air,” sambung Karim petani di wilayah setempat.
Kondisi ini dipastikan akan akan menjadikan produksi pertanian menurun. “Tapi, semua itu tak menjadi soal. Sebab fakktor alam yang tak bersahabat,” sambung Karim warga lainnya. (sam)