3 Kecamatan di Lamongan Krisis Air Bersih

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan-  Bencana kekeringan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, terus meluas. Hingga saat ini sedikitnya 35 desa di 11 Kecamatan telah mengalami kesulitan air bersih.

Sebelas Kecamatan tersebut diantaranya yaitu Sarirejo, Tikung, Kembangbahu, Kedungpring, Turi, Glagah, Karangbinangun, Sugio dan Lamongan.

“Sejak awal September kekeringan telah melanda 3 Kecamatan yaitu Sugio, Kembangbahu dan Lamongan,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Lamongan, Suprapto kepada suarabanyuurip.com, Senin (15/9/2014).

Dia menjelaskan, dari tiga kecamatan yang dilanda kekeringan itu,  Kecamatan Sugio diluar prediksi. “Baru kali ini Kecamatan Sugio terjadi kekeringan karena diwilayah tersebut terdapat Waduk Gondang yang cukup besar,” lanjut Suprapto.

Untuk menekan dampak kekeringan ini, BPBD Lamongan telah mendistribusikan bantuan air bersih untuk daerah kekeringan. Pengiriman air bersih menggunakan dua truk tangki air berkapasitas 6 ribu liter perunit. Truk tangki tersebut merupakan bantuan Presiden tahun 2013 lalu.

Dalam seminggu rata-rata BPBD mengirimkan 8 kali air bersih didaerah kekeringan. Dalam pendistribusian air bersih BPBD lebih memilih menunggu laporan dari Kades atau Camat untuk pengiriman air bersih.

Baca Juga :   Tujuh Wilayah Cepu Rawan Kekeringan

“Cara ini dilakukan agar lebih efektif. Namun wilayah yang betul-betul kekeringan bisa mendapatkan droping air setiap hari,” ujar Suprapto.

Saat ini kondisi kekeringan di Kabupaten Lamongan dalam status Siaga Kering. Diprediksi kekeringan bakal meluas di bulan Oktober.

“Bulan Oktober diprediksi kekeringan bakal meluas sehingga statusnya dinaikkan menjadi kritis kekeringan. Namun kami mengharapkan kondisi tersebut tidak terjadi,” pungkas pejabat asli Kedungpring ini.(tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *