SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat pada semester pertama tahun 2014 produksi minyak nasional mencapai 796.500 barel per hari. Â Â
Dari penetapan APBN 2014 sebesar 818.000 barel per hari, jumlah tersebut baru mencapai 97,4 persen. Bahkan Kementrian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah merevisi target menjadi 804.000 barel per hari.
Untuk menambah jumlah produksi, operator Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) melakukan pengeboran 2 sumur di Pad B, di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Bojonegoro dengan target masing-masing sumur menghasilkan 1.000 barel per hari.
“Untuk sumur yang sekarang ini dibor adalah sumur 32, dan Sumur 28,†kata Field Administration Superintendant JOB P-PEJ, Basit Syarwani, kepada SuaraBanyuurip.com, Senin (15/9/2014).
Dia menjelaskan, produksi minyak nasional tidak bisa ditingkatkan dari sumur-sumur yang lama, melainkan harus ada pengeboran sumur baru seperti yang sekarang ini sedang dilakukan.  “Dua rig sudah berdiri, dan dua-duanya sudah dalam proses pengeboran,†tukasnya.
Pihaknya berharap, dari penambahan 2 sumur ini bisa menambah produksi minyak nasional karena konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terus meningkat. Sementara produksi nasional semakin menurun.
“Kita sudah berusaha menekan penurunan produksi dari 25 persen, menjadi 10 persen,†tukasnya.
Pihaknya mengakui ada penurunan produksi di Lapangan Sukowati, dan Lapangan Mudi, rata-rata penurunan 17 barel per harinya. Sebelumnya total produksi sebesar 24.877 barel per hari menjadi 23.670 barel per hari. (rien)