SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Inisiatif ibu-ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa-Timur dalam memproduksi Jamu tradisional Maju Mapan disambut baik oleh operator migas Blok Cepu, Mobil Cepu Ltd (MCL).
Field Public & Government Affairs, Rexy Mawardijaya, mengatakan, kegiatan usaha pembuatan jamu tradisional tersebut termasuk dalam salah satu kegiatan dalam program penguatan kesehatan berbasis komunitas melalui penguatan posyandu dan PKK di Bojonegoro.
“Kreatifitas warga yang bertujuan baik tentunya kami sambut dengan baik pula, Mas,” kata Rexy Mawardijaya kepada suarabanyuurip.com, selasa (16/09/2014).
Dia katakan, ide pembuatan jamu berasal dari masyarakat sendiri dan saat ini masih dalam masa pendampingan pelatihan produksi dan diskusi kontinyu dengan LSM Perhimpunan Peningkatan Keberdayaan Masyarakat (PPKM – Rumpun ) sebagai pendamping.
“Nantinya akan dievaluasi dulu untuk pengembangan lebih lanjut,” kata Rexy, menjelaskan.
Ia berharap, dengan adanya program tersebut dapat meningkatkan kapasitas pengurus atau kader kesehatan terpadu melalui pelatihan, lokakarya dan diskusi tematik dimana salah satunya berupa pengembangan ekonomi keluarga melalui usaha rintisan kelompok yang didukung dengan dana stimulan.Â
Seperti yang diberitakan sebelumnya, bahwa warga Dudun Samben, Desa Mojodelik yang memproduksi Jamu Tradisional Maju Mapan tersebut masih menuai kendala. Salah satunya selain modal juga peralatan yang digunakan untuk membuat jamu. Sebab saat ini ibu-ibu di ring satu sumur minyak Banyuurip itu masih menggunakan peralatan manual. (sam)