SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Kebakaran di wilayah Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah terus meluas. Sebagian besar penyebab kebakaran itu ditengarai karena kelalaian petugas Pos Bagian Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) setempat.
Sesuai data yang diperoleh, luas lahan yang terbakar mencapai 10 hektar dari total lahan yang berada pada pengawasan KPH Cepu yang berada di Kabupaten Bojonegoro. Yakni di hutan Hargomulyo, Kecamatan Kedewan, berada di wilayah BKPH Dandangilo. Rinciannya BKPH Sekaran, Kecamatan Kasiman ada 3.202,37 ha dan di BKPH Dandangilo Kecamatan Kedewan ada 2.746,37 ha.
Kepala Urusan Humas, Informasi dan Komunikasi Perum Perhutani KPH Cepu, Edisud menilai bahwa kebakaran yang terjadi di wilayah itu akibat dari kelalaian petugas. Hal itu diperkuat saat wartawan berada di lokasi keabakaran, tidak ada petugas yang berada ditempat.
“Saat-saat ini (musim kemarau) memang sering terjadi. Kadang disebabkan orang-orang iseng yang sengaja membakar hutan,” ujar Edisud, menjelaskan.
Saat kebakaran terjadi, lanjut dia, langsung menghubungi pihak Asper setempat. Namun usahanya sia-sia lantaran saat dihubungi melalui peonselnya, petugas yang dituju tidak mengangkat hanphonnya.
“Kami masih mencoba menghubungi asper setempat,” katanya sembari menghubungi petugas Asper.
Dia mengaku, Perhutani telah mengantisipasi bencana tersebut. Yakni menyiagakan petugas pemantau kebakaran di masing-masing pos BKPH, melakukan patroli dan bekerja sama dengan masyarakat LMDH.Â
“Namun karena minimnya petugas di lapangan, mobil pemadam kebakaran dan kerjasama dari masyarakat LMDH menjadikan kita sering kecolongan,” ujar Edisud.(ams)