SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Maraknya penipuan berkedok TNI di wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, baru-baru ini menjadikan aparat keamanan berbaju doreng gerah. Mereka melakukan razia kendaraan bermotor dan masyarakat yang mengenakan atribut TNI/Polri.
Operasi yang dipusatkan di depan Blok T (eks trrminal) Blora, Selasa (16/9/2014) kemarin, itu melibatkan aparat gabungan dari Kodim 0721/Blora, Yonif 410/Alugro, Denpom, serta satuan lalu lintas polres setempat. Hasilnya, puluhan warga sipil yang menggunakan atribut TNI serta memasang stiker TNI di pelat nomor motor atau mobil terjaring razia.
Selain itu, dalam razia tersebut petugas juga berhasil mengamankan dompet warna, celana, dan kaos yang semuanya berwarna doreng, serta stiker TNI.
Komandan Kodim 0721 Blora, Letkol Inf Ariful Mutaqin dikonfirmasi melalui Pasi Intel, Kapten Inf Suahmad, mengatakan, bahwa operasi ini dilakukan dalam rangka memperingati HUT TNI dan sekaligus untuk mencegah maraknya pengelapan sepeda motor yang mengatasnamakan personel TNI atau Polri.
“Sasarannya adalah semua kendaraan yang menggunakan atribut TNI atau Polri serta pengendara yang mengenakan seragam,†tegas dia.
Menurut Suahamad, operasi ini sekaligus untuk mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa atribut TNI dan Polri tidak bisa seenaknya dipakai kecuali mereka yang keluarga besar tentara atau Polri.
“Tapi saat ini sangat marak dijumpai atribut TNI/Polri bisa dipakai oleh siapa saja bahkan
di plat nomor sepeda motor atau mobil banyak sekali ditempel stiker dari kesatuan TNI/POlri,” ujar dia, mengungkapkan.
Suahamad juga menerangkan, razia ini sebagai bentuk pencegahan terhadap aksi penipuan kepada masyarakat yang mengaku sebagai anggota TNI seperti yang terjadi akhir-akhir ini di beberapa kabupaten seperti Demak, Kudus, Rembang dan Blora.
“Ternyata banyak yang menyalahgunakan dengan memakai atribut TNI padahal bukan sebagai anggota TNI,†tandas dia.
Suahmad menambahkan, bagi masyarakat sipil yang memakai atribut atau stiker TNI/Polri dapat dikenai sanksi tilang.
Dari pantauan di lokasi razia, petugas gabungan terlihat mengecek beberapa personel TNI/Polri yang melewati jalan tersebut. Namun dari razia yang dilakukan pelanggaran paling banyak ditemukan adalah warga sipil yang memakai sepeda motor atau mobil menggunakan stiker TNI dan Polri, serta ada dua orang yang mengenakan kaos dan celana tentara. Oleh petugas mereka langsung disuruh mencobat atribut tersebut.(ams)