SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1435 Hijriah pada 5 Oktober 2014 mendatang, harga sapi di Pasar Hewan Banjarjo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengalami kenaikan, Kamis (18/9/2014).
Salah satu pedagang sapi, Kurdi (45), warga Desa Sokosari, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, mengaku, kenaikan harga sapi mulai terjadi sejak sepekan terakhir. Hal ini terjadi setiap tahun jelang hari raya kurban.
“Apalagi nanti tiga hari menjelang hari raya, harga bisa naik lima kali lipat,â€ujarnya sambil menambatkan tali sapinya.
Kurdi mengatakan, dari ke lima sapi miliknya yang dijual hari ini tiga diantaranya laku dengan harga tinggi. Harga yang diberikan kepada pembeli naik tiga kali lipat dari hari-hari biasa.
Kurdi mengungkapkan, harga untuk sapi miliknya usia 1 tahun dengan ukuran tubuh besar dan gemuk laku senilai Rp 11.500.000, dari harga sebelumnya yang hanya Rp Rp 9.000.000. “Jenisnya Limosin betina,†lanjutnya.
Kurdi mengaku, keuntungan yang didapat  cukup besar, meskipun dikurangi biaya perawatan sekitar Rp7 ribu per hari dan transportasi dari Kabupaten Tuban ke Bojonegoro. “Uangnya saya putar lagi Mbak, untuk modal usaha dan kebutuhan sehari-hari,†ujarnya.
Sementara itu Plh Kepala Pasar Hewan Banjarjo, Memed, mengatakan, jumlah ternak bisa mengalami kenaikan mendekati Idul Adha seperti sekarang ini. Jika pada hari-hari biasa hanya bekisar 300-400 ekor sapi, selama sepekan mencapai 600-700 ternak lebih.
“Biasanya kalau tiga hari sebelum hari raya, bisa mencapai seribu ekor sapi memadati pasar,†sambung Memed.
Menurut dia, kenaikan harga dikarenakan stok sapi kurban semakin menipis menjelang Idul Adha, dan termasuk tingginya biaya transportasi. “Selain itu, juga besarnya biaya perawatan dan pakan ternak juga menjadi salah satu penyebabnya,†pungkas Memed.(rien)