SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Turunnya prognosa lifting minyak dan gas bumi (Migas) pada APBN-P (ABPN Perubahan) 2014 berimbas pada Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Bojonegoro, Jawa Tumur pada tahun anggaran sama.
Kepala Dinas Pendapatan Kabupaten Bojonegoro, Herry Sudjarwo, mengatakan, jumlah Dana Bagi Hasil (DBH) Migas pada P-APBD 2014 mencapai Rp636 miliar, dengan akumulasi jumlah DBH Migas yang belum terbayarkan sebesar Rp163,8 miliar pada 2013 lalu.
“Ternyata dari Kementrian Keuangan kita hanya menerima Rp53 miliar,†újarnya dalam nada kecewa, Jumat (19/9/2014).
Selain itu, tambah Hery, DBH Migas pada tahun 2015 mendatang yang diprediksi mendapatkan Rp879 miliar salah satunya dari puncak Blok Cepu sebanyak 165 ribu barel per hari tidak akan tercapai.
“Kami akan menanyakan realisasi terbaru DBH Migas yang diterima Bojonegoro ke Jakarta,†tandasnya.
Dia ungkapkan dengan perubahan nilai tersebut akan mempengaruhi pembangunan di Bojonegoro. Oleh karena itu perlu adanya langkah untuk menyesuaikan hal tersebut. (rien)