SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro- Masyarakat Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mendapatkan masker dari Operator Lapangan Sukowati, Blo Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ). Pemberian masker itu untuk mengantisipasi dampak walk over atau perawatan sumur .
Field Administration Superintendant, Basith Syarwani, berpesan, agar masker yang diberikan bisa digunakan masyarakat di rumah atau di lingkungan sekitar lokasi pengeboran saat pembakaran berlangsung.
“Kami membagikan masker kepada 900 orang,â€ujarnya kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (20/9/2014).
Sementara itu, salah satu warga Desa Ngampel, Pujihanto, mengatakan, pemberian masker ini sangat berguna bagi masyarakat karena pada saat pembakaran berlangsung biasanya disertai bau tak sedap.
“Masker diserahkan ke masing-masing RT. Jadi kalau sedang dibutuhkan akan langsung dibagi,â€sambung pria yang bekerja sebagai buruh tani ini.
Sementara itu, sesuai Adendum (perubahan) analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal) RKL-RPL, parameter kualitas udara yang dianilisis merujuk pada parameter yang tercantum dalam peraturan Gubernur Jawa Timur, No 10 tahun 2009 tentang baku mutu udara ambien. Untuk tingkat kebauan parameter yang dipantau adalah metil merkaptan (CH3SH), Metil Sulfida (CH3)2S, Styrene (C5H5CHCH2), amonia (NH2), dan Hidrogen sulfida (H2S).(rien)