SuaraBanyuurip.com -Â
Jalan hidup seseorang siapa pun tak bisa menebaknya. Sekalipun itu preman, jika Sang Khaliq menghendaki, pasti bisa berubah.
Senyum itu terus mengembang di wajahnya yang berseri-seri ketika menyalami satu persatu tamu yang datang ke rumahnya. Berbalut busana muslim panjang warna putih lengkap dengan kopyah –khas pakaian Arab-Ia dengan ramah menyilahkan para tamu untuk duduk dan menikmati jajanan ringan yang sudah disuguhkan di meja. Diantara jajanan itu terdapat buah korma.
Pria itu adalah Sumber Purnomo. Warga Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, itu baru saja pulang menunaikan ibadah umroh. Dia berangkat bersama ke dua istrinya ke tanah Suci Mekah pada pertengahan romadhon lalu. Selama 21 hari ia menjalan ibadah di sana.
Tak banyak tetangga, teman, maupun kerabatnya yang menyangka sebelumnya jika Pak Ed-panggilan akrab Sumber Purnomo, akan melakukan umroh. Pasalnya, selama ini, salah satu tokoh masyarakat Gayam, itu dikenal sebagai seorang preman. Berbagai tindakan kriminal, seperti pencurian, pemalakan, hingga melakukan pemblokiran jalan untuk mendapatkan proyek minyak Banyuurip, Blok Cepu, kerap ia lakukan. Julukan “Gentho Gayam†pun akhirnya melakat erat pada diri Pak Ed.
“Saya tak mengira kalau Ed akan Umroh. Ini sesuatu yang luar biasa, jika dilihat masa lalunya seperti itu,†kata Rusman, salah satu tokoh masyarakat desa setempat kepada suarabanyuurip.com.
“Mudah-mudahan ini bisa merubah prilakunya dan menjadi contoh yang lainnya,†lanjut Mbah Rus.
Pak Ed melakukan perjalanan riligi tak sendiri. Ia ditemani dua istrinya Siti Fatonah dan Lina Alfiatun, serta Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ceweng Desa Sendangrejo, Kecamatan Dander, Kyai Choirul Anam atau biasa disapa Abah Choir.
Banyak hal yang melatar belakangi Pak Ed untuk menjalankan ibadah umroh. Mulai dari keinginan merubah prilakunya yang semula kelam ke arah yang baik sesuai dengan ajaran Agama Islam dan peraturan pemerintah. Lain itu, juga rasa penyesalan yang cukup dalam atas perbuatan yang pernah dilakukan.
Ia menyadari jika perilaku yang dilakukan dulu sesungguhnya adalah menyesatkan dan merugikan masyarakat banyak. “Saya sudah banyak melakukan dosa, dan saya ingin menebus dosa-dosa yang pernah saya lakukan dulu. Jadi saya menjalankan umroh ini,†kata Sumber Purnomo membuka perbincangan kepada suarabanyuurip Agustus 2014 lalu.
Saat menjalankan ibdah umroh di Mekah banyak pengalaman dan pelajaran berarti yang didapat Direktur PT Gayam Asri Manunggal (GAM) itu. Mulai dari berbagai kejadian ajaib yang muncul dan dirasakan di tanah suci yang sudah di nas oleh Allah SWT. Mulai dari pemikiran pusing tidak menentu hingga tiba-tiba menjadi sadar, tabah untuk menghadapi ujian yang telah diberikan Allah di Mekah.
“Yang mengesankan, selama 8 tahun Mekah tidak hujan, tapi pas saya di sana tepatnya puasa malam 29 turun hujan,” kenang dia.
Selain itu, Pak Ed juga menceritakan, baru sekira 5 sampai 6 hari di Mekah terjadi keanehan yang dirasakan. Mulai kepala pusing, tidak kerasan selalu ingin pulang. “Tapi, alhamdulillah Allah memberikan petunjuk akirnya saya betah di Mekah tidak ingin pulang hingga selama 21 hari,†ujar Pak Ed, mengungkapkan.
Tak hanya itu. Berbagai ujian datang silih berganti setiap melakukan perjalanannya di Mekah. Misalnya, muncul pemikiran tidak perlu mendekat dan mencium Ka’bah. Karena hal itu menurutnya seperti menyembah berhala.
Saat itu juga, Ia mengaku, tiba-tiba pikirannya kembali tidak menentu hingga bingung tak tahu arah. Namun tak lama kemudian keajaiban kembali muncul, seakan ada petunjuk untuk membuatnya harus kembali mendekat ke Ka’bah. Dengan dibantu dan dibimbing Abah Choir, akhirnya Ia bisa mencapai Ka’bah.
“Mungkin itu terjadi karena selama ini saya kurang belajar dan menjalankan ajaran Islam hingga banyak pemikiran aneh-aneh. Tapi ahlhamdulillah, saya mampu melewati jutaan manusia disana dengan mudah hingga saya kembali bisa mendekat di Ka’bah dan langsung bersimpunh sambil mencium Ka’bah dan menangis,†ujar Pak Ed, menuturkan.
Setelah mengalami kejadian gaib diluar nalar itu akirnya semakin membuat Pak Ed khusuk untuk melakukan dzikir mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hingga mampu melakukan tawaf  sebanyak tujuh kali. Tawaf biasa dilakukan empat kali dan umrohnya sebanyak tiga kali. Jadi total keseluruhannya adalah tujuh kali.
“Dengan berbagai kenyataan yang saya alami di Mekah wajib hukumnya bagi umat Islam untuk percaya adanya hari akhir dan surga maupun neraka. Bagi saya, hakim yang tak bisa ditunda atau ditawar itu adalah Allah SWT dan kedua adalah Nabi Muhammad,†tuturnya.
Bagi Pak Ed, umroh yang dilakukan sebagai sarana yang sangat tepat untuk merubah perilaku menuju ke arah tindakan dan perilku yang lebih baik. Selain itu juga sebagai bekal menghadap kepada Allah nantinya karena sebagai umat Islam sangat perluÂ
memiliki niatan untuk bisa berangkat umroh ke Mekah.
“Semoga ini menjadi jalan bagi saya dan keluarga untuk bisa memperbaiki prilaku dan melaksanakan ibadah lebih baik,†kata dia. “Saya juga masih ada niatan lagi untuk berangkat ke sana, tapi entah kapan. Karena itu mohon do’anya semua,†lanjut Pak Ed, beraharap.
Sebagai seorang pengusaha, Pak Ed mengaku tetap akan berkecimpung di dunia proyek. Karena bagi dia, bekerja selain sebagi ibadah juga merupakan kewajiban untuk menghidupi keluarga.
Pada Ed berangkat pada 19 Juli lalu dan tiba pada  8 Agustus 2014 lalu. Ia berangkat bersama rombongan menggunakan jasa Umroh Bareng Kang Prabu. Jasa ini sudah memberangkatkan delapan kelompok terbang (kloter) dengan masing-masing kloter sebanyak 50 orang.  Rencananya pada medio Desember – Januari nanti, jasa “Umroh Bareng Kang Prabu†akan kembali memberangkatkan umroh.
“Saat ini sudah ada 90 orang yang mendaftar untuk kloter selanjutnya,†kata Kang Prabu dihubungi terpisah.
Pria yang juga penyiar Radio Malwopati FM itu mengatakan, untuk memudahkan pelayanan bagi masyarakat yang ingin ibadah umroh, dirinya saat ini telah membuka layanan informasi “Umroh Bareng Kang Prabu†di beberapa tempat selain di Radio Malwopati.
“Juga bisa ke Kang Prabu Center di timurnya Pos Polisi Jambean Jalan Ahmad Yani Bojonegoro. Selain ingin mengetahui informasi umroh, kita juga melayani jasa konsultasi mulai dari jodoh, pekerjaan dan sebagainya,†pesan dia.(samian sasongko)