SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Puluhan warga Desa Wangluwetan, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mendatangi kantor balai desa setempat, Selasa (23/9/2014).
Mereka meminta salah satu perangkat desa, Nasroh, dicopot dari jabatannya kerena diduga telag berselingkuh dengan salah satu perempuan yang juga masih tetangga dekatnya.
Warga yang ada di lokasi mengaku geram karena sudah tiga hari yang lalu mereka mengajukan tuntutan pencopotan ini. Tetapi sampai hari ini belum ada jawaban keputusan, baik dari pemerintah desa (Pemdes) ataupun dari pihak Kecamatan Senori.
Hal itulah membuat pengunjuk rasa dan pemdes setempat bersitegang lantaran warga mendesak pencopotan dilakukan sesegera mungkin.
“Kita meminta perusak moral masyarakat tidak lagi dilindungi,†teriak Mashuri, salah satu warga dalam bahasa jawa.
Kepala Desa (Kades) Wangluwetan, Elmi Hayati, ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan mengatakan, pihaknya sudah meneruskan permintaan warga ke kecamatan setempat.
Tetapi sampai saat ini, pihak kecamatan belum memberikan surat rekomendasi apapun. Terkait dugaan adanya perselingkuhan perangkat desa dengan salah satu perempuan yang ternyata masih mempunyai suami ini.
“Kita sudah teruskan permintaan warga ke kecamatan, lha gimana lagi sampai sekarang belum ada rekomendasi dari pihak kecamatan,†kata Elmi Hayati.
Demo ini sempat ricuh, karena terjadi ketegangan dan sempat diwarnai aksi saling dorong antara pengunjuk rasa dan salah satu perangkat desa. Tetapi beberapa petugas kepolisian dibantu tokoh masyarakat setempat bisa mengendalikan suasana.
Karena tidak puas, pengunjuk rasa langsung menuju ke kantor Kecamatan Senori untuk menuntut pencopotan salah satu perangkat desa mereka. Namun karena pejabat yang dituju tidak ada, mereka tampak langsung membubarkan diri.(edp)