SPBU Tolak Pembelian BBM Gunakan Jerigen

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Maraknya penimbunan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang berhasil diungkap jajaran kepolisian beberapa hari terakhir ini,menjadikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar  Umum (SPBU) berhati-hati. Saat ini mereka tidak melayani pembelian menggunakan jerigen meskipun sudah menggunakan surat rekomendasi dari Dinas Perindustrian dan perdagangan (Disperindag) Bojonegoro.

Pengawas SPBU Sawunggaling di Desa Karangpacar, Kecamatan Bojonegoro,  Anggun Satrio, mengatakan, sudah satu minggu di SPBU tempatnya bekerja tidak melayani pembelian menggunakan jirigen sejak mendapatkan email dari PT Pertamina agar mentaati peraturan yang berlaku.

“Saya kira semua SPBU memberlakukan hal yang sama Mbak,” ujarnya kepada suarabanyuurip.com, Selasa (23/9/2014).

Dia mengaku, meskipun masyarakat membawa surat rekomendasi dari dinas setempat, namun tetap saja tidak akan melayani karena didalam email dari PT Pertamina menyebutkan, pembelian BBM untuk pedagang eceran tidak diperbolehkan.

“Sampai kapan kami memberlakukan larangan ini juga tidak tahu, yang jelas akan kami tolak kalau belinya menggunakan jerigen,” ujarnya.

Baca Juga :   Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni Raih Angling Dharma PWI Award 2026

Dikonfirmasi terpisah, Assisten Manager Eksternal Relations MOR V PT Pertamina, Heppy Wulansari, menyampaikan, dari Pertamina tidak ada pelarangan pembelian menggunakan jerigen selama selama disertai rekomendasi dari SKPD sebagaimana Peraturan Presiden No 15 tahun 2012 tentang harga jual eceran dan konsumen pengguna jenis bahan bakar minyak tertentu. 

Sementara itu, Bupati Bojonegoro, Suyoto, menegaskan, telah memerintahkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) agar berkoordinasi dengan Pertamina untuk mendapatkan solusi bagi masyarakat yang kesulitan mendapatkan BBM tersebut.

Dari pantauan di lapangan, sejumlah pedagang eceran di wilayah Bojonegoro banyak yang tak lagi menjual premium. Kondisi ini menjadikan masyarakat kesulitan untuk mengisi motornya di pedagang eceran.(rien)   

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *