SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Warga sekitar ladang migas Alas Tua Barat (ATW), dan Alas Tua Timur (ATE) mengeluhkan rusaknya jalan poros yang menghubungkan Kecamatan Ngasem ke Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa-Timur sepanjang sekira 15 kilo meter. Selain mengurangi kelancaran arus Lalu-lintas juga rawan terjadi kecelakaan bagi pengguna yang sedang melintasinya karena badan jalan banyak berlubang.
Warga Desa Sendangharjo, Suparmin, mengatakan, meski sudah pernah dilakukan perbaikan, namun kerusakan jalan yang juga penghubung antara lokasi ATE ke ATW, Blok Cepu dan ke lokasi sumur Gas Jambaran itu saat ini sudah rusak parah lagi.Â
“Mulai dari wilayah Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Desa Ngunut, Dander, Kecamatan Dander mayoritas terdapat lubang maut disetiap titik badan jalan. Jadi, pengguna jalan sulit menghidari kubangan yang ada,” kata Suparmin kepada suarabanyuurip.com, Rabu (24/09/2014).
Dia mengungkapkan, perbaikan ringan jalan itu dilakukan Dinas Pengerjaan Umum (PU) Bojonegoro pada akir tahun 2013 dengan melakukan tambal sulam. Namunn perbaikan tersebut tidak mampu bertahan lama. Namun sejak awal bulan Agustus kondisi jalan yang diperbaiki tersebut telah rusak kembali.
“Kalau tidak salah, bulan Desember 2013 lalu ditambal sulam dengan aspal lapen (aspal bakar). Sehingga mudah rusak, kerena aspal yang lama tidak begitu lengket dengan aspal yang baru, dan mudah pecah,” ujar Suparmin.
“Saya berharap Dinas PU segera melakukan perbaikan untuk jalan yang juga menuju ke tempat wisata Kayangan Api tersebut. Tentunya, dengan cara diaspal hotmik total tidak cuman penambalan. Agar, arus lalu-lintas yang ada menjadi lancar,” imbuh Imam, warga Desa Ngunut, Kecamatan Dander mengharapkan.(sam)