Tak Ada MPU Pelajar Kleleran

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan – Banyaknya rombongan Jamaah Calon Haji (JCH) Lamongan, Jawa Timur yang menggunakan Mobil Penumpang Umum (MPU), menjadikan para pelajar yang biasa menggunakan MPU untuk berangkat dan pulang sekolah terlantar, Rabu (24/9/2014).

Dari pengamatan SuaraBanyuurip.com di lapangan, sejak pukul 06.00 WIB hingga 07.00WIB di sepanjang jalan Babat-Lamongan dari sebelah utara dan selatan terlihat anak-anak sekolah tingkat SMP dan SMA berjubel di pinggir jalan. Mereka bermaksud menumpang MPU untuk berangkat sekolah, namun hingga pukul 07.30 WIB tak mendapatkan MPU.

“Mau berangkat sekolah tidak ada MPU, Pak,“ kata Ika, salah satu pelajar yang menunggu MPU di depan Pasar Pucuk.

Ika yang sekolah di salah satu SMA di Lamongan mengaku tidak tahu, jika hari ini ada pemberangkatan JCH Lamongan. Akibatnya banyak MPU disewa untuk mengantar rombongan haji.

Dia bersama dua temannya akan tetap menunggu MPU hingga pukul 08.00 WIB. Namun jika masih tetap tidak ada MPU lewat dia terpaksa memilih bolos sekolah.

Baca Juga :   Lapan Ajak Hemat Energi Listrik

Lain lagi dengan Mutiara Persa. Karena tidak ada MPU dirinya meminta diantar orangtuanya ke sekolah di MTsN Model Babat. “Hari ini diantar ayah, Pak. Kemarin dari sekolah sudah diumumnya kalau hari ini tidak ada MPU karena ada pemberangkatan haji,“ ujar siswi Kelas IX itu.

Sopir MPU memilih menerima carteran rombongan JCH karena penghasilannya lebih besar. Seperti diakui salah satu sopir trayek Babat-Lamongan, Sukandar.

“Lumayan dapat carteran. Dari Babat ke Alun-alun Lamongan disewa Rp200 ribu, “ cetus Sukandar yang mengantar rombongan asal Kelurahan Babat.

Setelah mengantar CJH dirinya mengaku akan kembali narik untuk menambah penghasilan. (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *