SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Ratusan warga yang ada di desa ring 1 Blok Tuban panik akibat gas H2S dari sumur Mudi yang dioperatori Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ) mengalami kebocoran.
Kondisi ini, sangat membahayakan ratusan warga, terutama yang berada di Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
“Gas H2S dari JOB PPEJ mengalami kebocoran sehingga akan sangat berbahaya bagi keselamatan warga,” teriak Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Joko Ludiyono, dalam simulasi penanggulangan bencana akibat kegagalan industri yang dilaksanakan JOB PPEJ bekerjasama dengan BPBD, dan juga beberapa unsur dari keamanan dan masyarakat lain, Kamis (25/9/2014).
Tampak dalam simulasi, warga yang mendengar alarm peringatan langsung diinstruksikan untuk berdiri berkelompok di dekat rumah mereka. Tidak lama beberapa anggota gabungan dari BPBD, Polres Tuban, TNI, JOB PPEJ, dan juga relawan bencana menjemput mereka menggunakan truck-truck untuk dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.
“Kami akan membawa relawan ini ke Lapangan Losari, menjauh dari pusat kebocoran gas,” kata petugas yang melakukan latihan evakuasi dalam simulasi.
Tetapi karena lokasi yang dituju tidak aman. Warga yang sudah berada di lapangan Losari kembali dievakuasi menggunakan truk. Mereka akan diamankan ke lokasi yang lebih jauh, karena gas H2S yang mengalami kebocoran diketahui semakin jauh.
“Gas H2S semakin menyebar, sehingga semua warga harus segera dievakuasi yang lebih jauh lagi,” kata salah seorang petugas evakuasi melalui pesawat HT memberikan instruksi.
Sampai berita ini ditulis, simulasi penanggulangan bencana ini masih berlangsung. (edp)