SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Kabupaten Blora, Jawa Tengah kekuarangan tenaga penyuluh program Keluarga Berencana (KB). Saat ini daerah ini hanya memiliki 38 penyuluh KB dengan wilayah binaan sebanyak 295 desa.
Idealnya satu penyuluh memiliki wilayah binaan 2-3 desa. Saat ini dengan jumlah penyuluh 38 bertanggung jawab memberi penyuluhan sekitar 7 desa setiap orang.Â
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Blora, Winarno, didampingi Kasubid Fasilitasi Pelayanan KB, Yayuk W, mengaku prihatin dengan jumlah tenaga penyuluh yang sangat minim, lantaran penyuluh yang ada harus menerima beban yang melebihi batas seharusnya.
Pihaknya berharap pada pemerintah untuk melakukan penambahan jumlah tenaga penyuluh lapangan. â€Kami berharap ke depan ada penambahan jumlah petugas,” tuturnya.
Meski demikian, Kabupaten Blora dimungkinkan akan mampu merealisasikan target program KB yang diberikan pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Hal itu diketahui dari capaian pada bulan September ini yang mencapai mencapai 83,77 persen.
“Capaian ini sudah hampir mendekati target. Kami berharap dapat mencapai atau bahkan melebihi target yang ada,” katanya.
Sementara Bupati Blora, Djoko Nugroho, mengapresiasi tugas para penyuluh KB. Pihaknya juga mengaku bangga dengan capaian saat ini. Melihat medan kabupaten ini dengan 49 persen wilayah hutan jati, dia sadari betapa beratnya tugas ini.
“Keluar masuk hutan dan melakukan sosialisasi di wilayah-wilayah terpencil,” kata Djoko Nugroho. Dia tambahkan, akan mengusahakan penambahan jumlah penyulu. (ams)